Empat Mata Uang Tahun Emisi 1999 Mulai Ditarik

Bagus Supriadi/Radar Jember Hestu Wibowo

RADARJEMBER.ID-  Masyarakat yang memiliki empat mata uang lawas ini harus segera menukarkannya pada Bank Indonesia. Sebab, tahun 2019 nanti, mata uang ini sudah mulai ditarik dari peredaran. Uang pecahan itu meliputi Rp 100 ribu, Rp 50 ribu, Rp 20 ribu, dan Rp 10 ribu tahun emisi 1999.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember Hestu Wibowo usai kegiatan BI Mengajar, di aula gedung serbaguna KPwBI Jember kemarin (6/8). Menurut dia, uang yang akan ditarik itu merupakan Rp 100 ribu dengan gambar wajah pahlawan Presiden Soekarno dan Mohammad Hatta. “Itu pecahan Rp 100 ribu tahun emisi 1999,” katanya.

Kemudian, lanjut dia, Pecahan Rp 50 ribu tahun emisi 1999 dengan gambar wajah Pahlawan Nasional WR Soepratman. Selanjutnya, pecahan Rp 20 ribu tahun emisi 1998 dengan gambar wajah Pahlawan Nasional Ki Hajar Dewantara. Sedangkan Rp 10 ribu merupakan keluaran tahun emisi 1998 dengan gambar wajah Pahlawan Nasional Cut Nyak Dhien.

Empat kategori uang itu tidak akan berlaku pada tahun 2019 mendatang. Untuk itu, Hestu meminta warga segera menukarkannya di BI. Masa berlaku uang itu sudah diatur dalam UU No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

Masa berlakunya, kata dia, yakni sepuluh tahun dari tahun emisi yang dikeluarkan. Setelah mencapai sepuluh tahun, warga bisa menukar uang itu di perbankan mana pun, atau di Bank Indonesia. “Jadi, tahun ke-11 sampai 20, warga diminta menukarkannya pada bank atau BI,” ucapnya.

Setelah tahun ke-20 hingga 30, warga hanya bisa melakukan penukaran di BI. Namun, setelah tahun 30 hingga ke atas, uang itu sudah tidak berlaku dan tidak sah sebagai alat pembayaran. Sekarang sedang dalam proses penarikan dan peredaran mata uang tersebut.

Bila ada warga yang masih menyimpan atau memegang secara fisik, bisa segera menukar ke Bank Indonesia. Bila ditukar pada 1 Januari 2019, uang itu tidak bisa ditukar kecuali di Bank Indonesia. “Sebab, nanti kalau tidak berlaku, hanya menjadi selembar kertas yang tidak bernilai,” tandasnya.

Di samping itu, BI mengajar yang dilakukan itu mendatangkan ratusan siswa dari berbagai SMA di Jember. Para pelajar itu diberi pemahaman tentang tupoksi Bank Indonesia. Sebab, selama ini masih banyak yang menilai BI seperti bank pada umumnya. “Padahal, salah satu tugas BI adalah merencanakan, mencetak, hingga mengedarkan uang, otoritas moneter, dan sistem keuangan,” paparnya. Selain itu, BI juga menjaga nilai tukar rupiah agar tetap stabil.

Reporter & Fotografer :Bagus Supriadi
Editor : Hadi Sumarsono
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah

IKLAN

Reporter :

Fotografer :

Editor :