Semangat Kompetisi Band SMP dan SMA: Tangkal Hoax di Lingkungan Pelajar Lewat Musik

TAMAN BOTANI SUKORAMBI FOR RADAR JEMBER BERSAMA PEMENANG: Para pemenang kompetisi band pelajar berfoto usai penyerahan hadiah, bersama Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember, Arief Tyahyono (dua dari kiri), Alvina CItra (kiri), dan Febrian Ananta Kahar dari Taman Botani Sukorambi.

RADARJEMBER.ID- Perhelatan kompetisi band pelajar SMP dan SMA se-Jawa dan Bali menjadi pengalaman manis bagi 16 band yang turut serta di dalamnya. Mereka tampil membawakan lagu pilihan juri dengan kreasi aransemen yang berbeda dari aslinya, sehingga membawa nuansa baru bagi pendengarnya.

Tercatat 16 grup band menjadi peserta dalam kompetisi musik memperebutkan trofi Kapolres Cup ini. Mereka datang dari berbagai daerah seperti Jember, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, hingga Sidoarjo.

Menurut Alvina Citra selaku panitia kompetisi band pelajar, ada tiga aspek penilaian yang diperhatikan oleh dewan juri dari Komunitas Musisi Jember (KMJ). Ketiga aspek tersebut adalah harmonisasi, aransemen, dan performa. “Masing-masing memiliki bobot nilai maksimal 50,30, dan 20, sehingga nilai tertinggi adalah 100 poin,” ujarnya.

Hadiah yang tersedia tidak hanya untuk gruo band yang tampil di atas panggung saja, namun panitia juga menyediakan beragam hadiah lainnya. Di antaranya pemenang kontes selfie di photobooth, serta pemenangn personil terbaik sebagai keyboardist, drummer, bassist, guitaris, serta vokalis.

Penampilan Nufi Wardhana menjadi puncak pergelaran yang berlangsung hingga sore kemarin. Walau cuaca mendung, hal tersebut tidak mengurangi antusiasme pengunjung yang sudah menunggu semenjak pagi. Nufi pun tak segan-segan menyapa Teman Nufi (sebutan bagi penggemar Nufi Wardhana) yang datang dari Jember dan sekitarnya. “Pasang tempat terdepan kalian karena saya ingin melihat semangatnya,” serunya yang disambut riuh semangan penonton.

Sebagai informasi, tema kompetisi band kali ini adalah No Hoax Please! Just Listen This Music. Maraknya pengaruh negatif yang menyerang kalangan pelajar dan remaja memunculkan kekhawatiran bagi beragam elemen masyarakat. Untuk menyiasatinya, berbagai kegiatan positif mulai dikembangkan, salah satunya melalui musik.

Selama ini Taman Botani Sukorambi memang sering menjadi pusat berbagai penampilan kesenian. Tak hanya kesenian tradisiona, tetapi juga kesenian modern, salah satunya adalah penampilan band. “Kita ingin memberi apresiasi kepada para pelajar dan mengurangi kegiatan negatif yang bisa mengganggu aktivitas mereka,” lanjut Vina.

Reporter : Lintang Anis Bena Kinanti

IKLAN

Reporter :

Fotografer :

Editor :