Dua Polisi dari Keluarga Miskin

Sholikhul Huda/Radar Ijen HANYA JUALAN JAGUNG: Inilah keseharian Bu Satria, 53, yakni menjual jagung sayur di Pasar Wonosari. Dia tidak menyangka anaknya bisa lolos tes polisi.

RADARJEMBER.ID- Menjadi anggota polisi tidak harus dari keluarga yang berada saja. Banyak juga anggota polisi yang berasal dari keluarga miskin. Sebab, tes anggota polisi sekarang lebih transparan dan tanpa harus membayar. Buktinya, dua dari sebelas anggota polisi asal Bondowoso yang diterima Polri berasal dari keluarga miskin.

Salah satunya anak Bu Satria, warga RT 28 RW 9 Desa/Kecamatan Wonosari Bondowoso yang sehari-hari hanya berjualan jagung sebagai sayuran di Pasar Wonosari ini. Dia merasa sangat bahagia setelah anaknya, Dicky Setiawan diterima menjadi polisi. “Saya sangat bersyukur, saya hanya berdoa selama ini agar keinginan anak saya tercapai,” ungkapnya.

Ternyata, doa itu terkabul. Dicky adalah anak keempat nya. Selama tiga tahun, Dicky menempuh sekolah menengah atas di SMKN 1 Tapen, jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Usai menempuh SMKN 1 Tapen, Dicky ikut tes polisi. Tidak disangka, dia diterima. “Berbekal doa, dan anak saya menjadi polisi tanpa bayar,” terangnya. Selama ini, Dicky hidup bersama ibunda tercinta. Ayahnya telah meninggal 2012 lalu. Ayahnya yang hanya bekerja wiraswasta, membuat keluarga Dicky hidup biasa saja.

Selain keluarga Dicky, satu lagi keluarga yang sangat merasa bersyukur karena anaknya diterima menjadi anggota polisi. Yakni keluarga Dwi Sobah Bahriansyah. Alumnus SMAN 1 Tapen ini juga menjadi salah satu dari 11 orang dari Bondowoso yang diterima menjadi polisi. Ibunya hidup pas-pasan. Bahkan saat anaknya diterima, ibunya tengah bekerja menjadi ibu rumah tangga di Surabaya. “Di Surabaya, bekerja sebagai pembantu rumah tangga, biasanya setiap tiga bulan sekali pulang,” ujar Sukirmanto, paman Dwi Sobah, warga Kapuran, Wonosari.

Kapolres Bondowoso AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi melalui Kabag Sumda Polres Kompol Susiyanto mengatakan, ada 11 pemuda Bondowoso yang masuk menjadi bintara. Tiga diantaranya adalah bintara Teknologi Informasi (TI), sedangkan 8 sisanya masuk di bintara umum.

Dijelaskannya, penerimaan polisi tanpa bayar adalah komitmen Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Sebab itu, bagi para pemuda yang mau ikut tes polisi, harus disiapkan fisik, mental dan penguasaan materi.

Reporter & Fotografer : Sholikhul Huda
Editor : Narto
Editor Bahasa: Yerri A Aji

IKLAN

Reporter :

Fotografer :

Editor :