Manajer Persid Bebaskan Pemainnya Mencari Klub Lain

Mirza Rahmulyono, manajer Persid Jember.

RADARJEMBER.ID- Langkah Macan Raung –julukan Persid Jember– pupus sudah di kompetisi Liga 3 Jawa Timur tahun ini. Tim kebanggaan warga Jember tersebut tak mampu lolos ke babak 16 besar. Tim besutan pelatih kepala Stefen Keltjes ini harus puas berada di peringkat ketiga klasemen akhir fase grup G. Dari 10 pertandingan, Persid mampu menang 6 kali, 3 seri, dan menelan sekali kekalahan dengan mengumpulkan 21 poin. Namun, hanya peringkat pertama Sindo Dharaka dan runner-up PSSS Situbondo yang akhirnya melenggang ke babak 16 besar.

Harapan lolos sebenarnya ada bagi Persid. Di laga terakhir pertandingan lain Minggu sore (29/7) lalu, antara tuan rumah Persebo Muda Bondowoso lawan PSSS Situbondo, menjadi laga penentu nasib Persid. Apabila PSSS kalah, Persid lah yang dapat melaju. Sayangnya, PSSS akhirnya membungkam Persebo dengan skor telak 0-4. Dengan begitu, PSSS menyalip Persid di posisi kedua dengan poin 22.

Di balik ketidaklolosan Persid ke babak selanjutnya, berbagai masalah menerpa Macan Raung. Dari mulai dualisme hingga pengunduran diri beberapa pemain di tengah kompetisi. Sebelum Persid Jember mendaftar di Liga 3 Jawa Timur lalu, sudah ada tim lain yang mengatasnamakan Persid mendaftar terlebih dahulu.

“Kita tahu semua, 2018 ini sebelum kompetisi Persid sudah mengalami dualisme. Adanya permasalahan di awal ini membuat persiapan tim menjadi kurang maksimal,” ungkap Mirza Rahmulyono, manajer Persid Jember.

Waktu persiapan yang sangat mepet, membuat Macan Raung bisa dibilang tergesa-gesa dalam menyusun tim yang terjun di kompetisi. Sebab, manajemen harus menyelesaikan problem internal tersebut terlebih dahulu. “Tetapi semangat anak-anak sangat tinggi, terlepas dari masalah dualisme. Seperti latihan rutin pagi dan sore, juga tim pelatih menyiapkan kerangka tim,” jelasnya.

Manajer muda ini juga menepis apabila timnya dikaitkan dengan masalah pengunduran diri 8 pemain di tengah jalan, beberapa waktu lalu. Menurut dia, tidak ada masalah berarti soal 8 pemain tersebut, karena dia sudah mengikat kembali tiga pemain inti untuk bermain di putaran kedua lalu.

Kini, Persid sedang diliburkan dari segala aktivitas tim. Perpindahan pemain Persid ke klub lain pun terbuka lebar dengan tidak lolosnya Persid. Mirza membebaskan pemainnya untuk mencari klub lain yang lolos ke babak 16 besar Jawa Timur. “Yang jelas, kami bebaskan mereka mencari klub lain di fase selanjutnya. Karena itu urusannya dengan rezeki mereka mengadu nasib di sepak bola, kalau surat keluarnya ditahan ya kasihan,” imbuhnya.

Saat disinggung mengenai jabatan manajer di musim depan, Mirza merasa Liga 3 2019 masih abu-abu. Dia juga belum mengetahui regulasi baru, dan belum ada tindak lanjut mengenai keputusan apakah dia kembali dipercaya sebagai manajer tim. “Tugas saya sebagai manajer hanya di 2018 ini saja. Saya belum tahu untuk musim depan kembali ditunjuk lagi atau tidak,” paparnya.

Jadi, musim 2019 ke depan, Mirza beserta jajaran pengurus dan yayasan bakal kembali duduk bersama membahas nasib Macan Raung. Dia juga menyinggung sumber dana guna yang menghidupi Persid nantinya. Sebab, Mirza mengakui bila dia sendiri yang menopang Persid, dia juga tidak sanggup mengeluarkan dana besar guna mengarungi setahun kompetisi. (mg/c2/sh)

Editor :  M. Shodiq Syarif
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah.
Fotografer: Jumai, Dwi Siswanto Grafis: Reza Oky Arjiansyah, Boby Pramudya.

IKLAN

Reporter :

Fotografer :

Editor :