Pak Kiai Dipolisikan, Dituduh Tipu Calon Jemaah Haji

RULLY EFENDI/RADAR JEMBER KASIHAN: M. Husni Thamrin usai melapor ke polisi. Di sampingnya Ripai tampak pasrah dengan wajah memelas. Dia merasa kena tipu pemberangkatan haji. Uangnya sekitar Rp 48 juta tak jelas entah kemana.

RADARJEMBER.ID- Kasus dugaan tipu-tipu berkedok pemberangkatan haji, rupanya kembali terkuak di Jember. Salah seorang korban yang merasa ditipu nekat polisikan salah seorang menantu kiai kharismatik di Jember, Kamis (26/7) siang kemarin.

Saat ditemui di Polres Jember, korban yang mengaku bernama Ripai, menuding telah ditipu kiai Umar Syaifudin. Melalui pengacaranya, M. Husni Thamrin, korban mengaku tertipu hingga Rp 48 jutaan.

Kata Thamrin, korban mengenal Umar Syaifudin sebagai menantu pengasuh Ponpes Al Qodiri Jember. Karena pemahaman yang minim, kakek berumur 83 tahun itu pun memersepsikan bahwa kiai yang mengurus persiapan hajinya, tak lain adalah KBIH Al Qodiri. “Klien saya minat daftar ke saudara Umar, karena tertarik dan percaya pada Al Qodiri,” katanya.

Saat itu di tahun 2013, kata Thamrin, korban bermaksud mendaftar haji ke KBIH Al Qodiri. Kemudian, Kiai Umar yang dianggap sebagai pengurus KBIH Al Qodiri, mengantarnya ke bank untuk mengambil dana talangan. “Awal setor Rp 5 juta, kemudian dapat dana talangan Rp 21,8 juta,” ungkapnya.

Setelah itu, kata Thamrin, pihak bank memberi buku tabungan berisi duit Rp 21,8 juta. Setelah keluar dari bank, buku tabungan diambil Kiai Umar dan sampai hari ini kliennya tidak pernah menerima apa pun. “Klien saya percaya, karena infonya saudara Umar ditunjuk jadi koordinator bank,” imbuhnya.

Kemudian, pada tahun 2014, korban kembali datang ke kompleks Ponpes Al Qodiri Jember. Datang bermaksud menyetorkan tunggakannya, Rp 21,8 juta. Duit setoran itu pun diterima Kiai Umar.

Setahun kemudian, sekitar bulan November 2015, korban datang menemui Kiai Umar. Karena merasa sudah lunas, korban pun bermaksud menanyakan kapan berangkatnya. “Kemudian terlapor tanya, pingin berangkatnya cepet atau tidak? Kemudian, diminta lagi setor Rp 20 juta dan klien saya membayarnya,” katanya.

Bukannya diberangkatkan. Pihak bank malah menagihnya di Bulan April 2018, kemarin. Korban yang merasa sudah melunasinya kaget karena pihak bank menyebut bahwa yang bersangkutan belum menyetor sama sekali. “Lebih aneh lagi, bank juga melakukan penagihan ke Kiai Umar,” herannya.

Sebenarnya, kata Thamrin, korban tak mau melapor ke polisi. Terpenting, duitnya bisa dikembalikan. Namun, setiap kali mau ditagih, korban merasa dibuat “kucing-kucingan”. Dia pun yakin, korbannya bukan hanya kliennya saja.

Ripai, saat diwawancarai radarjember.id, menangis bukan hanya karena kehilangan duit puluhan juta rupiah. Karena setelah tahu duitnya ditipu, istrinya kaget hingga terserang stroke. “Saya kerjanya di kebun. Sampai setiap harinya menginap di tengah kebun,” akunya.

Lora Fadil : Itu Bukan KBIH Al Qodiri

Reporter & Fotografer: Rully Efendi
Editor : MS Rasyid, M. Shodiq Syarif
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah.

IKLAN

Reporter :

Fotografer :

Editor :