Tinggi Ombak 7 Meter Air Laut Masuk Kampung, 8 Perahu Karam

27
UMAI/RADAR JEMBER NGERI: Bandingkan saja tinggi batu karang yang berdiri di pinggir laut itu dengan deretan orang yang ada di pinggir pantai. Lihat juga tinggi ombak yang ada di samping batu itu. Begitulah pemadangan di pantai selatan. Bisa dikira-kira berapa tinggi dan ganasnya ombak sejak dua hari kemarin. Kondisi itu membuat nelayan tak berani melaut. Bahkan di Payangan, Ambulu, perahu yang diparkir pun ditenggelamkan ombak.

RADARJEMBER.ID-Ombak pantai selatan benar-benar gila. Sejak Selasa (24/7) ombak terus bergulung sangat tinggi. Bahkan, sering kali tinggi ombak mencapai 7 meter.

Itu terindikasi dari batu-batu karang yang banyak terbentang di pantai selatan. Ombak terus-menerus menabrak tebing-tebing karang itu dengan sangat keras dan tinggi. Bahkan, sesekali ketinggiannya melebihi tinggi batu karang yang menjulang di pantai tersebut.

Para nelayan pun rata-rata memilih libur. Tak hanya nelayan di daerah Puger, tetapi juga nelayan Watu Ulo dan Payangan, Ambulu.

Pilihan libur melaut dinilai paling masuk akal oleh sejumlah nelayan di sekitar Pantai Payang Ambulu, Rabu (26/7) siang kemarin. Sebab, jangankan melaut, perahu yang diparkir di Pantai Papuma, ikut tenggelam dihempas ombak.

Selain ombak yang menenggelamkan 8 perahu nelayan, rumah warga di pesisir Pantai Payangan juga sempat disambangi air laut yang meluber ke perkampungan. “Besarnya ombak mulai pukul 10.00 sampai 11.00 tadi (kemarin. Red),” kata Hery Suryata, Ketua Forum Komunikasi Nelayan Ambulu.

Katanya, ombak sempat membuat air laut mengalir ke rumah warga yang berjarak sekitar 200 meteran dari bibir pantai. Memang tak sampai menenggelamkan. Namun, sekitar sejam, tinggi air laut ke pekarangan rumah warga sudah sampai 30 cm. “Setelah satu jam kembali surut,” akunya.

Tingginya ombak dan air laut yang pasang sempat melumpuhkan tempat wisata Teluk Love. Tak banyak terlihat warga yang berwisata ke sana. Diakui Hery, sangat wajar karena lokasi Teluk Love berdekatan dengan bibir pantai. Meski demikian, dia mengaku tak ada kerusakan serius.

Sementara itu, 8 perahu nelayan yang sempat tenggelam di Pantai Papuma, baru 6 yang bisa diselamatkan. Sedangkan 2 perahu lainnya masih belum bisa dievakuasi. “Tidak ada korban jiwa. Karena memang perahunya sedang diparkir,” tegasnya.

Hery menjelaskan, sebelum pukul 10.00, ombak memang sudah mulai tinggi. Namun puncaknya, sekitar pukul 10.00 hingga 11.00. Perahu nelayan yang diparkir langsung diseret ombak ke tengah. Tali yang mengikatnya pun putus.

Nelayan pecah konsentrasi. Sebagian fokus menyelamatkan 8 perahu yang tenggelam. Sedangkan sisanya, memilih berjaga-jaga di rumahnya, khawatir ditenggelamkan air laut. Maklum, sebagian rumah nelayan sudah dimasuki air laut. “Nelayan sempat panik,” katanya.

Reporter : Rully Efendi
Editor : MS Rasyid
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah.
Fotografer: Jumai

Reporter :

Fotografer :

Editor :