Kejaksaan Siap Eksekusi, Panwas Tunggu 31 Juli

11

RADARJEMBER.ID- Masuknya nama Nawari Harry Susanto menjadi bacaleg dapil 3 PDIP sudah masuk radar Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten (Panwaskab) Bondowoso. Sampai saat ini, Nawari baru masuk daftar saja. Belum ada surat keterangan dari Pengadilan Negeri (PN) Bondowoso.

Divisi Pengawasan dan Penindakan Panwaskab Bondowoso Zaenul Hasan mengatakan, pihaknya sudah menelusuri nama Nawari Harry Susanto. Memang benar nama itu adalah mantan anggota DPRD dari Partai Nasdem yang saat ini masih masuk dalam DPO Kejaksaan. “Namun, saat ini masih pengajuan, dan persyaratannya belum lengkap,” ujarnya.

Sebagai pengawas pemilu, pihaknya fokus mengawasi proses pendaftaran. Untuk kasus pidananya, tentunya nanti akan ada keterangan dari PN Bondowoso. Dari syarat itulah, ketika dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS), maka akan gugur dengan sendirinya.

Dijelaskannya, orang yang pernah terlibat pidana, memang masih bisa mencalonkan diri sebagai bacaleg, kecuali terpidana korupsi. Hanya saja, ketika seorang bacaleg adalah mantan narapidana, maka harus membuat pengumuman di media massa nasional. “Kalau tidak ada, ya berarti gugur, sebab pastinya TMS,” terangnya.

Sementara, Kejari Bondowoso juga telah mengetahui adanya pencalonan Nawari. Namun, pihaknya tidak tahu kapan Nawari mendaftar dan di mana tempatnya. Sebab, ketika tahu, kejaksaan otomatis akan mengeksekusi dengan membawa Nawari untuk menjalani masa hukuman yang hanya 5 bulan penjara.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Bondowoso Hadi Marsudiono mengatakan sudah tahu nama Nawari masuk daftar bacaleg di KPU Bondowoso. “Saya sempat dimintai pendapat, namun dari Ketua Gerindra,” ujarnya.

Pendapat itu tentang bagaimana jika Nawari nyaleg. Saat itu, Hadi Marsudiono menjawab, “silakan saja”. Dan lebih baik ketika ada orangnya, segera menelepon kejaksaan. Maka, kejaksaan akan hadir dan membawa Nawari untuk menjalani hukuman. “Saya jawab begitu saat itu,” ujarnya.

Dijelaskannya, perkara Nawari saat ini memang sudah inkrah dan sudah memiliki kekuatan hukum tetap. Namun, eksekusinya masih belum dilaksanakan. Kejaksaan sempat memanggil yang bersangkutan, namun tidak datang. Berikutnya ketika didatangi di rumahnya, Nawari tidak ada. “Kami sudah berupaya melaksanakan, namun Nawari selalu menghindar, dan tidak ada di halaman yang ada dalam berkas perkara,” tegasnya.

Reporter : Sholikhul Huda
Editor : Narto
Fotografer : Sholikhul Huda
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah.

Reporter :

Fotografer :

Editor :