Persikapro Akhirnya Diskualifikasi, Peluang Persid kian Tipis

PSSI Jatim for Radar Jember Sekretaris Assprov, Amir Burhanuddin.

RADARJEMBER.ID – Harapan Persid untuk lolos ke babak 16 besar, terancam pupus. Penyebabnya, bukan dari Persid sendiri, tapi dari lawan satu grupnya, yakni Persikapro Probolinggo. Kabar ini merujuk dari surat keputusan Komisi Disiplin (Komdis) Asosiasi PSSI Provinsi (Assprov) Jawa Timur yang dikeluarkan pada 21 Juli 2018.

Dalam surat tersebut, Komdis Assprov Jatim yang diketuai oleh Anthony LJ Ratag menyatakan Persikapro didiskualifikasi dari kompetisi musim ini. Selain itu, Persikapro juga dilarang bertanding di kompetisi tahun depan serta denda sebesar Rp 25 juta. Hukuman masih ditambah dengan denda yakni untuk manajer dan ketua klub Persikapro masing-masing sebesar Rp 20 juta. Sanksi tersebut dikeluarkan atas ketidakhadiran Persikapro dalam tiga laga di putaran kedua, yakni masing-masing melawan Suryanaga Connection, Persid, dan Persebo Muda Bondowoso.

Redaksi radarjember.id memperoleh salinan putusan tersebut pada Sabtu (21/07) malam. Selang beberapa jam kemudian, Assprov mengeluarkan surat Implementasi Putusan Komdis PSSI Jawa Timur yang ditandatangani oleh Sekretaris Assprov Amir Burhanuddin.

Dalam isi surat tersebut dijelaskan, putusan Komdis tersebut memiliki beberapa implikasi yang terutama yakni: 1) Persikapro dikeluarkan dari klasemen Grup G; 2) Poin-poin yang diperoleh semua tim dari laga melawan Persikapro dinyatakan hangus atau ditiadakan; 3) Jadwal pertandingan tersisa di putaran kedua yang melawan Persikapro ditiadakan; 4) Grup G tidak berhak memperebutkan peringkat 3 terbaik untuk melaju ke babak berikutnya.

Implikasi yang terakhir ini yang kemudian menjadi kehebohan di kalangan sepak bola di Jember. Sekretaris Assprov Jatim, Amir Burhanuddin saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember, membenarkan kedua surat tersebut.

“Jadi semua pertandingan yang melibatkan Persikapro, dianggap tidak ada. Kami punya dasar, dengan mengacu pada regulasi Liga 3 yang telah ditetapkan oleh PSSI pusat,” tutur Amir saat dihubungi melalui sambungan telepon dari Surabaya.

Dengan demikian, putusan Komdis Assprov ini juga menganulir putusan yang juga dikeluarkan komdis sekitar seminggu yang lalu. Putusan tersebut berisi PSSS Situbondo menang walk-out (WO) atas Persikapro.

Berikut kutipan wawancara langsung Jawa Pos Radar Jember dengan Sekretaris Assprov Jatim, Amir Burhanuddin.

Radar Jember (RJ): Putusan ini menimbulkan kekecewaan bagi pihak Persid Jember. Karena Persid di klasemen sementara antar grup, menjadi peringkat tiga terbaik hingga saat ini. Selain itu, mereka juga mempertanyakan, mengapa saat Persikapro sudah ada tanda-tanda mengundurkan diri, Assprov masih memerintahkan Persid untuk tetap menggelar pertandingan secara seremonial untuk menang WO ?

Amir Burhanuddin (AB): Iya karena waktu itu belum ada putusan dari Komdis. Kita pantau, setelah tiga kali pertandingan tidak tampak, barulah kita panggil pengurus Persikapro. Mereka menyatakan tidak sanggup, barulah keluar putusan diskualifikasi. Nah konsekuensi dari putusan itu adalah mereka dikeluarkan dari grup dan pertandingan yang sudah dijalani, dianggap tidak ada.

RJ: Putusan Komdis Assprov ini menganulir putusan sebelumnya yang juga dikeluarkan Komdis Assprov yang berisi menang WO bagi PSSS Situbondo atas Persikapro ?

AB: Iya. Tidak hanya itu. Pertandingan sebelumnya yang melibatkan Persikapro,  dianggap tidak ada.

RJ: Meskipun putusan ini menghukum Persikapro, tetapi satu pihak yang paling terkena dampak secara tidak langsung atas putusan ini adalah Persid. Apakah tersedia ruang banding bagi Persid yang merasa dirugikan atas putusan Komdis Assprov PSSI Jatim ?

AB: Tidak bisa, karena yang dihukum adalah Persikapro. Tidak hanya Persid, semua tim dalam grup G ini terkena dampak dari diskualifikasi Persikapro, yakni penghapusan poin dari dua putaran atas laga kontra Persikapro.

RJ: Dalam klasemen sementara, Persid menjadi salah satu tim dengan peringkat 3 terbaik. Tetapi dengan keputusan ini, kesempatan Persid hangus. Alasannya apa ?

AB: Karena dengan keputusan ini, maka Grup G hanya diisi oleh 6 tim. Berbeda dengan grup lain  yang masih berisi 7 tim (kecuali Grup D yang juga mengalami kasus yang sama, yakni diskualifikasi untuk tim Kanjuruhan FC, Red). Tidak fair jika tim yang ada di grup dengan 6 tim, disamakan dengan tim yang ada di grup dengan 7 tim. Bebannya kan beda. Karena itu, dua slot yang untuk lolos ke babak 16 besar dari peringkat tiga terbaik, kini sedang diperebutkan oleh 5 grup yang masih berisi 7 tim. (Dua grup, yakni Grup D dan Grup G, kehilangan kesempatan untuk peringkat 3 terbaik. Karena, Kanjuruhan FC Malang didiskualifikasi dariGrup D dan Persikapro didiskualifikasi dari Grup G.

Reporter : Adi Faizin
Editor : M. Shodiq Syarif
Editor Bahasa:Yerri A Aji

Reporter :

Fotografer :

Editor :