Dhafir Kembali Nyaleg dari Dapil 2 Bondowoso

BONDOWOSO – Kalah dalam Pilkada 27 Juni 2018 lalu, tak membuat Ahmad Dhafir, mantan Ketua DPRD Bondowoso patah arang untuk tetap istikamah di jalur politik. Dhafir, sapaan karibnya, kembali ikut berkompetisi dalam pemilihan legislatif (pileg) 2019. Dhafir menjadi bakal calon legislatif (bacaleg) DPRD PKB dari daerah pemilihan (dapil) 2 Bondowoso.

Ketua KPU Bondowoso Hairul Anam membenarkan hal tersebut. Pihaknya telah menerima berkas pendaftaran PKB pada Selasa malam (17/7). Partai yang memiliki urutan satu ini, mengisi kuota pendaftaran bacaleg penuh. Artinya, DPC PKB Bondowoso mendaftarkan sebanyak 45 caleg seluruh Bondowoso. “Nama Pak Dhafir ada dalam berkas pendaftaran, dan sudah kami terima,” jelasnya.

Ahmad Dhafir yang kini menjadi ketua DPC PKB Bondowoso pada 2014 adalah caleg di dapil 5. Perolehan suaranya sangat fantastis. Yakni sampai 12 ribu suara lebih. Selama mencalonkan diri, orang yang paling lama menjadi Ketua DPRD Bondowoso ini selalu memperoleh suara terbanyak. Meskipun pindah-pindah dapil.

Sementara Ketua Fraksi PKB Bondowoso Tohari juga membenarkan adanya pencalonan kembali Ahmad Dhafir. Walau di dapil yang berbeda. Pihaknya sangat yakin raupan suaranya nanti akan bisa maksimal. “Secara keseluruhan, target kami harus menjadi partai dengan kursi terbanyak di Bondowoso,” tegasnya.

Saat ini DPC PKB Bondowoso memiliki 12 kursi di DPRD Bondowoso. Jumlah ini terbanyak  di DPRD. 2019 nanti dijadwalkan ada peningkatan perolehan kursi. Tentunya dengan memaksimalkan semua dapil di Bondowoso. “Sebab kami akan menjadikan semua dapil lumbung suara, jadi tidak ada pembagian daerah mana yang dijadikan lumbung suara,” ujarnya. Saat pendaftaran, PKB Bondowoso mendaftarkan 100 persen kuota. Dengan 30 persennya adalah caleg perempuan. Pihaknya bersyukur bisa melibatkan seluruh kadernya.

Tohari menambahkan, pihaknya melibatkan PCNU untuk memverifikasi bacaleg. Dari 45 kuota, ada 55 bacaleg yang daftar. Mereka menjalani fit and proper test (uji kepatutan dan kelayakan) di Aula PCNU Bondowoso. Sebelum diputuskan menjadi 45 bacaleg. “Tes tersebut dimaksudkan untuk menyaring kader-kader terbaik PKB yang betul-betul mempunyai loyalitas tinggi terhadap Nahdlatul Ulama,” tegasnya.

Tohari menjelaskan, PKB sebagai partai yang dilahirkan dari rahim Nahdlatul Ulama, ingin memastikan kader-kader terbaiknya yang bakal nyalon nanti niatnya betul-betul didasari oleh keinginan untuk meneruskan perjuangan NU. Bukan untuk mencari pekerjaan mau pun sebagai ajang mengadu nasib. (hud/c2/aro)

IKLAN

Reporter :

Fotografer :

Editor :