Mendes PDTT dalam Festival Desa Nusantara Bondowoso

Dody Humas Kemendesa PDTT for Radar Ijen BUKA FESTIVAL: Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo saat membuka Festival Desa Nusantara di Alun-alun RBA Ki Ronggo.

BONDOWOSO – Berbagai desa unjuk gigi dalam Festival Desa Nusantara (FDN) yang digelar di Alun-alun RBA Ki Ronggo. Spesialnya lagi, agenda tersebut dibuka langsung oleh Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo. Mendes PDTT mendorong desa wisata berbasis kopi di Bondowoso.

Eko Putro Sandjojo mengatakan, FDN adalah ajang promosi potensi desa dari program Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades). Dengan wadah FDN, desa bisa memperlihatkan kepada masyarakat keberhasilan-keberhasilan apa saja yang telah dilakukan. “Dengan adanya festival ini, desa-desa lain yang ada di seluruh Indonesia bisa belajar dari keberhasilan yang telah dicapai oleh kabupaten Bondowoso,” tegasnya, kemarin (16/7).

Menteri Eko mendorong Kabupaten Bondowoso yang punya produk unggulan kopi untuk terus menggenjot potensinya untuk dikembangkan. Kopi yang dibina sejak tahun 2011 sekarang sudah dikenal dan diekspor sampai ke mancanegara, 3.000 ton/tahun. “Bondowoso termasuk penghasil kopi yang besar dan baik. Harus ada desa wisata yang berbasis kopi, kafe, homestay, wisata petik kopi, dan agrowisata,” jelasnya.

Kemendes akan menerjunkan bank BUMN untuk melatih barista-barista kopi. Sehingga, kopi di Bondowoso bisa diproses dengan baik dengan racikan tinggi, sehingga dapat nilai lebih tinggi di masyarakat. Selain itu, desa wisata perlu digencarkan karena diharapkan bisa menyerap tenaga kerja yang cukup banyak. “Karena Kabupaten Bondowoso ini angka kemiskinannya cukup tinggi, kini telah berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 22,23 persen menjadi 14,54 persen, itu termasuk terjadi penurunan yang rate-nya tinggi. Namun, saya pikir 6-7 tahun ke depan tidak ada kemiskinan lagi di Bondowoso,” ucapnya optimistis.

Sejalan dengan hal tersebut, berdasar data survei BPS bahwa angka kemiskinan turun di bawah 10 persen yaitu 9,91 persen, dan angka kemiskinan di desa juga berkurang cukup besar, salah satunya karena dampak manfaat dari dana desa. “Belum pernah di Indonesia angka kemiskinan kurang dari 10 persen, dan dana desa banyak menurunkan kemiskinan,” pungkasnya.

Sementara, Bupati Amin Said Husni mengatakan, Kabupaten Bondowoso yang tadinya daerah tertinggal, tapi sekarang secara de facto sudah tidak tertinggal lagi, dan kemiskinan di Bondowoso menurun. “Ini hasil kerja kolektif termasuk hasil kerja kepala desa. Setelah adanya UU Desa dan dana desa, menjadi dorongan kades untuk menggali potensi, kreativitas, inovasi kades, dan mendorong untuk setidaknya punya satu produk unggulan, sehingga desa berkembang dan banyak produk unggulan, desa wisata dll,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa Festival Desa Nusantara ini merupakan apresiasi kinerja dan memberikan panggung untuk para kades karena sudah berinovasi dan menginspirasi desa-desa lain agar terus mengembangkan potensi unggulannya. Festival Desa Nusantara berlangsung mulai pada 16 sampai 18 Juli 2018, di Alun-Alun RBA Ki Ronggo Bondowoso. Dalam acara tersebut, dilaksanakan juga penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kemendes PDTT, BRI, dan Bulog, juga Kemendes PDTT dengan KIP. (hud/c2/aro)

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo bersama bupati Bondowoso

Meresmikan festival Desa nusantara 2018

Di Alun2 Bondowoso Jawa timur (16/7/208)

Selain meresmikan festival desa nusantara Mendes Eko juga mengunjungi stand festival desa dan Mendesa Eko juga  memberikan bantuan bantuan usaha modal BUMDes kepada 21 BUMDes di Bondowoso masing-masing mendapat 50jt dan memberikan bantuan gudang pengolahan kopi BUMDes bersama “Sukma arabika” sebesar 1.150.000.000.

Foto:Dody humas Kemendesa PDTT

IKLAN

Reporter :

Fotografer :

Editor :