6.000 Liter Air Bersih di-dropping Polres Bondowoso ke Dusun Duren

15
Sholikhul Huda/Radar Ijen SALURKAN AIR: Mobil water canon berkapasitas 6.000 liter milik Polres Bondowoso digunakan untuk menyalurkan air ke berbagai titik wilayah Bondowoso yang kesulitan air bersih.

BONDOWOSO – Kendaraan air water canon (AWC) adalah kendaraan taktis yang biasanya digunakan untuk pengamanan aksi unjuk rasa. Namun, siang kemarin (17/7), kendaraan ini blusukan ke Desa/ Kecamatan Pakem Bondowoso. Bukannya melakukan giat pengamanan, namun dalam rangka dropping air bersih.

Sebanyak 6.000 liter air bersih di-dropping Polres Bondowoso ke Dusun Duren, Desa/Kecamatan Pakem. Masyarakat yang tinggal di dusun ini, setiap harinya harus mengambil air bersih yang jaraknya lebih dari lima kilometer.

Kapolres Bondowoso AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi mengatakan, pihaknya memanfaatkan fasilitas yang dimiliki Polres Bondowoso. Salah satunya adalah mobil water canon. “Kami memetakan kebutuhan warga yang bisa kami jangkau dari jajaran polsek, ternyata ada warga yang kesulitan mendapatkan air bersih,” jelasnya.

Salah satunya adalah warga di Dusun Duren, Desa/Kecamatan Pakem. Di sana, masyarakat banyak yang memiliki tempat penampungan air di rumah. Namun, untuk mengisinya harus mencari air ke sumber yang jaraknya jauh. Biasanya, ketika hujan masyarakat masih mewadahi air hujan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. “Karena kemarau, airnya sulit. Akhirnya kami dropping air,” ujarnya.

Air 6.000 liter yang berada di dalam tangki mobil water canon itu diisi di Mapolres Bondowoso. Pengisian dilakukan sehari sebelum kegiatan. Untuk mengisi penuh, dibutuhkan waktu hampir seharian. “Selanjutnya, kami berikan ke masyarakat,” paparnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, masyarakat banyak yang memakai bak dan jeriken untuk menampung air. Sisa air yang sudah dikonsumsi ditaruh di penampungan air yang ada di dusun tersebut. Penampungan air itu, saat ini tidak bisa digunakan karena tidak ada saluran air yang mengarah ke tempat tersebut.

Komariyah, warga setempat, mengaku senang atas dropping air bersih yang dilakukan Polres Bondowoso. Sebab, setiap hari konsumsi airnya paling tidak 10 timba. Kebutuhan itu untuk mandi, mencuci, minum ternak, dan kebutuhan lainnya. Setiap hari, dia harus mencari air yang jaraknya lumayan jauh. “Kami senang, tidak usah repot-repot lagi cari air,” ujarnya.

Sementara Sekcam Pakem Sudiyono mengatakan, memang ada beberapa dusun yang sulit untuk mendapatkan air. Bahkan, harus mencari air dari desa tetangga. Hal itu karena kondisi kemarau. Selain itu, geografis tempatnya sulit untuk mencari sumber mata air. “Ada beberapa dusun, salah satunya Dusun Duren, Desa Pakem,” jelasnya. (hud/c2/aro)

Reporter :

Fotografer :

Editor :