Pegawai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tidak Awasi Proyek Transmart

Rangga mahardhika/radar jember KLARIFIKASI: Kepala OJK Jember Azilsyah Noerdin (kanan) menegaskan, tidak ada pegawai OJK yang melakukan pengawasan proyek.

JEMBER KOTA – Adanya dugaan penipuan yang dilakukan oleh orang tidak bertanggung jawab membuat pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember geram. Mereka menegaskan, tidak ada pegawai OJK yang melakukan pengawasan proyek. Jika pun ada pengawasan, yakni kepada Lembaga Jasa Keuangan.

Hal ini ditegaskan oleh Kepala OJK Jember Azilsyah Noerdin kepada sejumlah media, kemarin siang. Pernyataan ini menyusul adanya modus penipuan seorang laki-laki yang mengaku pegawai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Kecamatan Wuluhan, beberapa waktu lalu. Bahkan, membawa uang hingga puluhan juta dari warga setempat.

Pelaku saat itu melakukan penipuan dengan mengaku sedang mendapatkan tugas dari OJK untuk mengawasi proyek Transmart. Hal ini pun dibantah keras oleh OJK Jember. “Tidak ada petugas kami yang melakukan tugas pengawasan proyek Transmart,” tegas Azil, kemarin.

Dirinya mengatakan, petugas OJK tidak memiliki tupoksi untuk melakukan pengawasan proyek atau pun proses kinerja proyek apa pun. Dirinya mengatakan bahwa tugas tersebut adalah milik lembaga jasa keuangan (LJK). Apalagi, dalam melakukan penipuan itu, pihak tak bertanggung jawab ini sampai menginap atau menumpang di kos-kosan.

Bahkan, terkait tugas luar yang dilakukan, lanjutnya, juga tidak mungkin berangkat seorang diri. Apalagi, terkait penginapan yang bersangkutan selama bertugas, sudah ditentukan oleh kantor. “Itu sudah tidak mungkin. Karena pasti ada aturan yang berlaku sesuai instruksi kantor. Jadi, bukan pegawai kami yang melakukan itu” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya menegaskan penipuan yang dialami wanita warga Dukuh Dempok, Kecamatan Wuluhan itu, dipastikan bukan pegawai OJK. Azilsyah menegaskan, tugas pegawai OJK selalu dibekali surat tugas dan Id Card (tanda pengenal) resmi. “Petugas ataupun pegawai kami selalu dibekali surat tugas ataupun ID Card,” tegas Azilsyah.

Pihaknya pun memberikan imbauan kepada masyarakat yang nantinya mungkin menemukan oknum mencurigakan dan mengaku sebagai pegawai OJK. Pihaknya pun meminta untuk langsung melakukan konfirmasi ke Kantor OJK di Jalan Hayam Wuruk Jember. “Siahkan datang langsung ke kantor,” terangnya.

Azil mengatakan, pihaknya akan langsung menindaklanjuti dan mengkonfirmasi tentang kebenaran petugas atau pegawai kami yang sedang dinas di luar. Dengan demikian, kejadian yang terjadi di Wuluhan beberapa waktu lalu tersebut tidak akan terulang lagi pada masyarakat lainnya di Jember.

Sekadar tambahan, ada informasi masyarakat yang tertipu oleh pihak yang tidak bertanggung jawab mengaku sebagai OJK. Hal ini berawal dari perkenalan di jejaring media sosial ‘WeChat’, seorang wanita warga Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, mengaku ditipu pegawai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) gadungan.

Dia mengaku, mengenal pelaku dari pertemanan di media sosial, hingga kemudian melakukan pertemuan di sebuah hotel dan menginap di tempat kosnya di sekitaran Kecamatan Kaliwates. Kasus tersebut saat ini sudah dilaporkan ke Mapolres Jember untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Pria itu mengaku bernama Sendi Lingga Atmaja dari Jakarta. Dirinya menipu korbannya dengan berbekal sebuah flashdisk berlogo ‘OJK’. Korban pun teperdaya, dan akibat bujuk rayu itu, harta benda berupa 6 buah jam tangan, koper, ponsel, jaket, dan kamera yang disewa atas nama korban senilai Rp 17 juta raib dibawa kabur. (jum/ram/c2/hdi)

IKLAN

Reporter :

Fotografer :

Editor :