Sulap Perkampungan di Tengah Wilayah Kampus

Pradiar Ikhsanu for Radar Jember KREATIVITAS MAHASISWA: Sekelompok mahasiswa Universitas Jember melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan tajuk Kuberi Hati (Kampung Bersih, Mandiri, Hijau, Sehat, dan Kreatif) di Pengembangan Perkampungan Gang Citra.

TEGALBOTO – Tak hanya memberikan kontribusi di bidang akademis, mahasiswa juga dituntut untuk memberikan kontribusi langsung di masyarakat. Salah satunya dilakukan oleh sekelompok mahasiswa Universitas Jember yang mengubah kawasan perkampungan menjadi lebih bersih dan berwarna.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam program kreativitaa mahasiswa ini diberi tajuk Kampung Bersih, Mandiri, Hijau, Sehat, dan Kreatif (Kuberi Hati) melalui pengembangan perkampungan Gang Citra di sekitar Universitas Jember. Kelompok yang terdiri dari Muhammad Faqih Zhakaria, Pradiar Ikhsanu, Dela Kurniasari, Enggar Pradita Widya Putri, dan Nur Astrifa Maulidina ini menggelar beberapa jenis aktivitas dengan melibatkan masyarakat di sana.

Pradiar Ihksanu menuturkan, potensi kampung yang besar diharapkan mampu untuk memberikan banyak dampak positif bagi masyarakat sekitar kampus, khususnya penduduk kampung Gang Citra. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan pendapatan dan perekonomian penduduk di sana. “Oleh karena itu, kami berinisiatif menggelar kegiatan pemberdayaan masyarakat, sehingga mampu menciptakan masyarakat yang lebih mandiri dan kreatif melalui pemanfaatan sampah yang terbuang untuk selanjutnya melakukan kegiatan daur ulang sebagai barang yang bernilai tinggi,” paparnya.

Beberapa aktivitasnya antara lain pembuatan pupuk cair organik, tanaman vertikultur, serta pemanfaatan limbah anorganik sebagai produk dan bersih lingkungan. Masyarakat umum di sana sebagian besar berasal dari keluarga yang kurang mampu. Bangunan-bangunan yang sudah lumayan tua dan tempat ternak yang tidak terawat membuat daerah Gang Citra cukup kotor dan tercium bau yang tidak sedap.

Oleh karena itu, lanjut dia, dirinya berharap turut menciptakan lingkungan Kampung Gatra yang bersih, hijau, dan sehat, serta masyarakat yang berpikir mandiri dan kreatif. “Bersih, hijau, dan sehat dapat diterapkan dengan kegiatan bersih lingkungan, melibatkan masyarakat dalam kegiatannya,” imbuhnya.

Tak berhenti sampai di sana, Pradiar beserta timnya juga sudah mempersiapkan rencana tahap berikutnya. Selain tetap menjalankan kegiatan bersih kampung setiap dua minggu, warga juga diajak untuk tetap melanjutkan POC secara mandiri. Nantinya, POC ini dijadikan pupuk untuk tanaman yang sudah ditanam. “Jadi, tanaman yang sudah ada bisa mendapat nutrisi yang cukup dan tentunya untuk mengurangi kebiasaan warga dalam menggunakan pupuk kimia pada tanaman,” pungkasnya. (lin/c2/ras)

IKLAN

Reporter :

Fotografer :

Editor :