Stadion Semeru Ternodai Setelah Semeru FC Ditundukkan Madura FC 3-0

HAFID ASNAN/RAME KALAH TELAK: Perjuangan pemain Semeru FC saat menjamu Madura FC Tak membuahkan hasil. Semeru FC harus mengakui keunggulan tim tamu tiga gol tanpa balas di Stadion Semeru.

LUMAJANG – Keangkeran Stadion Semeru Lumajang sirna, sore kemarin. Itu setelah Semeru FC berhasil ditundukkan tim tamu Madura FC tiga gol tanpa balas. Kekalahan sekaligus menodai keperawanan Stadion Semeru FC. Tak hanya itu, hasil pertandingan kemarin juga menjadi kekalahan terbesar yang dialami Semeru FC.

Sejak berkiprah di liga 2, Semeru FC yang dimerger dari Gorontalo tidak pernah menelan kekalahan di stadion kebanggaan Lumajang itu. Selalu menang di laga resmi. Pernah imbang juga. Tetapi, itu bisa dihitung dengan jari. Haram kalah di depan publik sendiri.

Kini, ibarat perempuan, keperawanan Stadion Semeru sudah ternoda. Tidak perawan lagi dari kekalahan. Seolah kalah bukan pantangan lagi. Dalam sejarah berdirinya Semeru FC dalam dua tahun terakhir, baru kemarin keok.

Tak cuma itu. Sangat memalukan. Dibantai tamu Madura FC 0-3  (0-1). Permainan Nugroho dkk juga sangat buruk. Di bawah standar permainan Semeru FC biasanya. Menjamu pemuncak klasemen malah tidak ada gairah permainan. Dikurung tim tamu. Seperti main separuh lapangan.

Gol berhasil dicetak tim tamu di menit ke-12 oleh Joko Prayitno. Usai turun minum, digandakan oleh gol Yusuf Efendi. Tiga menit kemudian, ditenggelamkan oleh gol Andre Vemberyono. Semeru FC sempat memberikaan perlawanan. Tetapi mudah dijinakkan.

Pelatih Madura FC, Salahudin mengaku gembira dengan hasil ini. Sebab, tidak hanya berhasil membalas kekalahan musim lalu. Tetapi juga memperkukuh posisinya sebagai pemuncak klasemen. “Pertandingan ke depan lebih berat. Kita harus terus berbenah. Ini kemenangan penting dan pemain akan terus ditingkatkan,” ujarnya.

Sementara Pelatih Semeru FC, Putut Widjanarko mengakui kekalahan ini. Saat pertandingan, tak terhitung Putut memegang dahi. Sempat juga geleng-geleng dan marah melihat anak asuhnya maih di bawah standar. Tidak bergairah dan di luar instruksinya.

Dia mengakui, memang hasil kemarin adalah penampilan terburuk selama dia menukangi Semeru FC. “Sejak saya menangani Semeru FC. Ini paling buruk. Kemasukan di menit ke-12 membuat skema buyar,” ujarnya.

Putut juga mengakui bahwa hasil kemarin menjadi kekalahan pertama di Stadion Semeru. Juga menjadi kekalahan terbesar selama sejarah Semeru FC. Itu yang membuat pendukung setia memilih meninggalkan stadion sebelum laga usai.

Oleh karena itu, Putut mengatakan sudah waktunya membenahi kondisi ini. “Saat lawan PSIM Jogja harus kembali ke performa terbaik. Harus disudahi kondisi seperti ini. Perlu banyak pembenahan terkait motivasi pemain,” terangnya.

Sempat ditanya apakah penyebabnya karena faktor kelelahan, Putut mengelak. Meski empat hari lalu main di Bali lawan PS Badung di Piala Indonesia, dia mengaku tidak ada alasan kelelahan. Sebab, rotasi juga dilakukan. “Dan masalah fisik pemain memang sama. Mainnya 4 hari sekali,” ujarnya.

Dari kekalahan itu, Billi, salah seorang pemain Semeru FC saat pers conference kemarin, meminta maaf. “Saya mewakili teman-teman meminta maaf atas kekalahan ini. Karena penampilan kami tidak maksimal. Selanjutnya, kita akan lebih fokus ngotot menang di pertandingan berikutnya,” pungkasnya. (fid/mgc/aro)

IKLAN

Reporter :

Fotografer :

Editor :