Sekolah Favorit Diburu di Injury Time

Jumai/radar Jember DAFTAR ULANG : Proses pendaftaran ulang PPDB di SMAN 4 Jember, kemarin.

JEMBER – Ada fenomena unik dalam pendaftaran peserta didik baru (PPDB) SMA tahun ini. Siswa dengan nilai tinggi cenderung mendaftar di akhir-akhir masa pendaftaran alias injury time. Mereka rata-rata mendaftar di sekolah favorit seperti SMAN 1 dan SMAN 2.

Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) SMA negeri sendiri sudah ditutup Kamis malam (28/6) pukul 24.00. Seperti tahun-tahun sebelumnya, distribusi siswa dengan nilai ujian nasional tinggi masih dikuasai SMAN 1 Jember.

Hal ini terlihat dari data hasil pengumuman PPDB SMA yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Jawa Timur Cabang Jember, kemarin. Pengumuman itu memastikan SMAN 1 (Smasa) Jember sebagai sekolah yang semua siswanya memiliki nilai tinggi. “Nilai minimal yang diterima di Smasa yakni 336,5,” jelas Lutfi Isa Ansori, kepala Dispendik Jawa Timur Cabang Jember kemarin.

Dia menuturkan, untuk grade di Smasa Jember cukup ketat. Range antara nilai tertinggi yakni 377 hingga terendah tidak sampai 50 poin. Ini membuktikan persaingan untuk mendapatkan satu kursi dari total 314 pagu di Smasa Jember sangat ketat dan nilai yang diterima cukup tinggi.

Sementara itu, di peringkat kedua ada SMAN 2 Jember atau biasa disebut Smada. Hingga penutupan kemarin, nilai minimal yang diterima oleh sekolah yang berlokasi di Jalan Jawa Jember ini 313 dan tertinggi yakni 360 (selengkapnya lihat grafis). “Jumlah pendaftar di pilihan 1 Smada mencapai 458, dan pilihan dua juga cukup banyak yakni 309 calon siswa. Kemungkinan ini pilihan 1 banyak di SMAN 1 Jember,” tutur Lutfi kemarin.

Kondisi ini berbanding terbalik dibandingkan awal-awal pendaftaran yang banyak memilih sekolah pinggiran. Namun, di akhir-akhir masa pendaftaran, sekolah favorit tersebut diserbu siswa dengan nilai ujian nasional tinggi. “Kemungkinan calon siswa masih menunggu dan melihat pesaing. Karena biasanya grade yang masuk tinggi,” jelas Lutfi.

Selain kedua sekolah itu, di wilayah kota yang cukup banyak peminatnya adalah SMAN 4 Jember. Ada sebanyak 490 pendaftar pilihan pertama dan 381 pendaftar pilihan kedua dengan nilai minimal 293. Sementara SMAN 3 Jember di peringkat berikutnya dengan nilai minimal yang diterima sekitar 232.

Dua sekolah di wilayah kota ini ternyata dari segi peminat masih kalah jauh dibandingkan dengan sekolah pinggiran. Di wilayah pinggiran, sekolah yang paling banyak diburu oleh calon siswa adalah SMAN 1 Ambulu. Hingga penutupan kemarin, SMAN 1 Ambulu yang memiliki pagu 323 kursi ini diserbu sekitar 800an pendaftar.

“Pilihan 1 ada 691 pendaftar di SMAN 1 Ambulu dan 183 pilihan 2,” ujar Lutfi. Sementara untuk passing grade yang diterima di SMAN 1 Ambulu ini juga cukup tinggi yakni minimal yang diterima adalah 261,5. Nilai minimal yang diterima mereka ini hanya kalah dari Smasa, Smada, dan SMAN 4 Jember.

Sedangkan pendaftar dengan jumlah terbanyak di sekolah pinggiran selain SMAN 1 Ambulu adalah SMAN 1 Kencong, Jenggawah dan Balung. Kemungkinan besar, kebanyakan siswa memang sudah melihat kualitas sekolah di pinggiran ini bagus sehingga bisa menjadi pemerataan kualitas sekolah.

Usai penutupan pendaftaran, jadwal langsung dilanjutkan dengan daftar ulang bagi siswa yang diterima di jalur reguler alias online. “Untuk daftar ulang dilakukan di sekolah masing-masing,” jelasnya. Usai daftar ulang, maka siswa-siswi ini kembali libur panjang kenaikan. Baru masuk sekolah lagi 16 Juli 2018,” pungkas Lutfi. (ram/c1/ras)

IKLAN

Reporter :

Fotografer :

Editor :