Ngemplang Setoran PBB, Bupati Copot Kasi Kelurahan

26

JEMBER KOTA- Bupati Faida kembali menunjukkan sikap tegasnya, memberantas pungli dan korupsi di pemerintahan yang dia pimpin bersama Wabup Muqit Arief. Buktinya, setelah mencopot salah satu lurah di Kecamatan Kaliwates, dia kembali mencopot kepala seksi (Kasi) Pelayanan Umum Kelurahan Sempusari, Kecamatan Kaliwates. Pasalnya, yang bersangkutan ketahuan ngentit setoran Pajak Bumi Bangunan (PBB).

Kepada reporter radarjember.id, Bupati Faida, mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan sejumlah bukti dan pengakuan, yang mengarah bahwa S-R terbukti telah ngemplang duit negara hasil setoran PBB milik salah satu perusahaan pengembang perumahan. “Setoran sejak tahun 2014 sudah dicurangi,” ungkapnya.

Terbongkarnya praktik curang oknum Kasi di kelurahan tersebut, setelah mendapat pengakuan dari pihak penyetor PBB, bahwa perusahaannya sebenarnya tak pernah menunggak bayar PBB. “Setoran 2014-2015 yang harusnya Rp 19 jutaan, hanya disetorkan Rp 12 jutaan. Sisanya masuk kantong pribadinya,” ungkapnya.

Tidak selesai di sana. S-R, kembali datang ke kantor pengembang perumahan yang sama di tanggal 14 Oktober 2016. Dia kembali menerima titipan uang pembayaran PBB tahun 2016 senilai Rp 28,9 juta. Dana tersebut sama sekali tidak disetorkan sebagaimana untuk PBB.

Selain itu, dia juga sempat menjanjikan membantu praktik curang bebas denda pajak, yang harusnya dibayar pengembang sejumlah Rp 6,4 juta. “Hasil penyidikan petugas di lapangan, semuanya telah diakui yang bersangkutan,” aku Faida.

Mendapat fakta yang melenceng dari semangat 3B dan sikap Tegak Lurus, ASN yang bersangkutan langsung dicopot dari jabatannya sebagai Kasi di kelurahan tersebut. Bahkan, bupati masih memerintahkan Inspektorat Pemkab Jember, untuk melanjutkan prosesnya. “Tetap kami proses. Saya tidak mau masih ada yang bermain curang di belakang,” tegasnya.

Kata Faida, ini salah satu sikap tegas dirinya sebagai Bupati Jember yang mendapatkan amanah rakyat. Menurutnya, menjaga pemerintahan dengan semangat reformasi birokrasi tanpa pungli dan korupsi, harus ditegakkan di Bumi Pandhalungan Jember.

Jika sampai ada lagi yang nekad main curang, bupati tak segan mengeluarkan sanksi berat. “Dan saya, akan terus mencari pelayanan publik yang tak amanah. Berbagai laporan sudah mulai masuk. Tinggal diselediki. Jika terbukti, langsung copot bahkan sampai pecat,” ancamnya.

Fotografer : Dok Radar Jember

Reporter   : Rully Efendi

Editor       : Winardi Nawa Putra

 

Reporter :

Fotografer :

Editor :