Ekomomi, Alasan Amintyas Pilih Jadi TKI di Malaysia

15

AJUNG – Keluarga Amintyas Wahyudi, menempati rumah sederhana di sebuah gang di Dusun Sumuran, Desa Klompangan, Kecamatan Ajung. Lokasinya, berjarak sekitar empat kilometer dari Bandara Notohadinegoro Jember.

Mereka tinggal berempat. Selain keluarga kecil ini, di rumah itu juga ada Supriyati, yang merupakan mertua korban. “Dari rumah ini lah suaminya pamit pergi ke Malaysia sekitar enam bulan lalu,” tutur Suci Rahmaniah, istri mendiang Amintyas.

Sejenak Suci menghela nafas. Sejurus kemudian dia kembali bercerita tentang muasal keberangkatan suaminya ke Negeri Jiran. Suci menuturkan, awalnya dirinya tak mengizinkan suaminya tersebut merantau ke Malaysia. Bahkan keluarga suaminya yang ada di Kelurahan Talangsari, Kecamatan Kaliwates pun juga melarang.

Namun rupanya, hal itu tak mengendorkan niat Amintyas. Dengan kebulatan tekad, akhirnya dia berangkat juga pada awal November 2017 lalu. Meskipun berdasarkan catatan medis, lelaki 33 tahun itu memiliki riwayat penyakit paru-paru. “Suami saya itu memang perokok berat,” jelasnya.

Menurut Suci, keterpurukan ekonomi menjadi alasan Sang Suami menjadi TKI. Karena sejak beberapa bulan terakhir, kata dia, mendiang suaminya tersebut mengeluh dagangannya sepi. Sebelum ke Negeri Jiran, almarhum suaminya berdagang barang bekas di Pasar Loak Gebang.

Selain itu, juga jual beli burung berkicau. Namun lantaran sepinya dagangan tersebut membuat suaminya tak bisa mendapatkan uang untuk mencukupi kebutuhan keluarga. “Sehingga suami saya maksa pergi ke Malaysia, meskipun tanpa teman dari desa sini,” katanya.

Fotografer        : Mahrus Solih

Reporter           : Mahrus Solih

Editor               : Winardi Nawa Putra

 

Reporter :

Fotografer :

Editor :