Jangan Guyon Soal Bom di Pesawat, Bisa Dipidana

Sumber Gambar: Wikipedia

RADARJEMBER.ID: Pesawat Lion Air rute Jakarta-Tanjung Pandan Riau dengan nomor penerbangan JT 120, harus delay selama 2 jam. Penyebabnya, pesawat tersebut mendapat ancaman bom saat akan terbang pagi tadi (02/05).

“Salah seorang penumpang wanita dengan inisial FC yang duduk di kursi 24 C, memberi tahu ke awak kabin kabin (flight attendant/ FA) bahwa ada bom di dalam pesawat,” tutur Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic – Lion Air dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi Jawa Pos Radar Jember.

Mendapat informasi tersebut, pimpinan awak kabin langsung bertindak cepat. Pilot langsung membatalkan keberangkatan dan menurunkan seluruh penumpang. Total saat itu terdapat 166 penumpang dewasa, 6 penumpang anak-anak dan 2 bayi, yang harus diturunkan. Ikut diturunkan dan diperiksa seluruh barang bawaan dan kargo. “Petugas keamanan (Aviation Security/ Avsec) langsung menjalankan prosedur pemeriksaan,” lanjut Danang.

Karena tidak ditemukan bom, pesawat akhirnya terbang, namun mengalami keterlambatan selama penerbangan(delay) selama 120 menit. “Pesawat seharusnya berangkat pukul 09.25 WIB dan tiba di Tanjung Pandan pada 11.15 WIB. Insiden ini juga berpotensi menyebabkan delay pada rute Tanjung Pandan ke Cengkareng dan Cengkareng menuju Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau.
Kondisi itu berpotensi menyebabkan delay pada rute Tanjung Pandan ke Cengkareng dan Cengkareng menuju Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Batam, Kep. Riau (BTH) pergi pulang (PP).”Lion Air akan meminimalisasi dampak yang timbul, agar rute penerbangan lainnya tidak terganggu,” ujar Danang.

Diduga, penumpang perempuan yang memberi informasi bom, FW, hanya bercanda. Namun, akibat perbuatannya tersebut, penumpang tersebut masih dalam penyelidikan dan sudah diserahkan oleh Lion Air kepada petugas keamanan Bandara (Avsec) untuk proses lebih lanjut.

“Lion Air Group menghimbau kepada seluruh pelanggan dan masyarakat untuk tidak bergurau tentang bom. Semua yang terkait informasi bom baik sungguhan atau bohong akan diproses dan ada sanksi tegas oleh pihak berwajib. Peringatan bahaya bercanda mengenai bom termasuk kategori pelanggaran pidana Pasal 437 UU No 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. (*)

Reporter : Adi Faizin
Editor: MS Rasyid