Prestasi di Bidang Olahraga? Perhatikan Hal Ini

Wawan Dwi / RADAR JEMBER
TRANSFORMASI ILMU: Dedy Prasetyo Wakabid Bimpres PB Pelti yang juga mantan pelatih Pelatnas Tenis memberikan pelatihan kepada pelatih tennis lapangan, kemarin (27/4)

RADARJEMBER.ID: Siapa yang tak ingin anaknya berprestasi. Jika ingin buah hatinya prestasi di bidang olahraga, maka jangan terburu-buru untuk jadi pemenang saat usia anak-anak. Sebab, banyak atlet terbaik usia dini justru hilang begitu saja saat dewasa.

Wakabid Pembinaan dan Prestasi (Bimpres) Pengurus Besar (PB) Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PB Pelti) Dedy Prasetyo mengatakan, anak zaman sekarang dengan dulu ini berbeda. “Anak dulu itu suka bermain fisik. Permainan tradisional seperti gobak sodor, lari-larian dan permainan fisik lainya telah banyak ditinggalkan. Lapangan bermain anak sekarang juga makin menyusut karena dibangun perumahan,” ujarnya.

Permainan fisik menurut, pria yang pernah menjadi pelatih Pelatnas Tenis Lapangan ini, adalah membentuk fisik anak yang kuat. “Makanya pendidikan jasmani di sekolah ini tetap penting,” katanya.

Guru, pelatih, dan orang tua juga harus memahami pendidikan olahraga yang baik untuk anak. “Setidaknya saat usia anak jangan dispesialisasikan ke bidang olahraga tertentu. Paling tidak anak itu punya kegemaran dua bidang olahraga,” imbuhnya.

Hal yang sering salah dilakukan pelatih, guru, dan orang tua adalah selalu anaknya ingin jadi prestasi. “Banyak orang tua itu ingin anaknya menjadi juara dan juara. Ini sesuatu yang salah. Banyak cerita saat usia anak-anak prestasinya menonjol dan sering juara, tapi saat dewasa hilang begitu saja,” tambahnya.

Terpenting saat masih kecil, kata Dedy, adalah jam terbang ketimbang meraih juara. “Orang tua lebih bangga anaknya menang telak. Daripada menang sampai tie break sampai rubber set,” imbuhnya.

Dia juga menjelaskan, orang tua juga jangan menyalahkan anaknya jika kalah dalam bertanding. Karena, anak akan takut. “Kalau masih usia anak-anak terpenting itu jam terbang atau pengalaman bertanding,” jelasnya. (*)

Reporter: Faizin Adi
Fotografer: Dwi Siswanto
Editor: MS Rasyid