Waspada, 1,5 Miliar Penduduk Menderita Cacingan

RADARJEMBER.ID: Sekitar 1,5 miliar penduduk dunia ternyata menderita cacingan. Data ini berdasar rilis terbaru Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Cacingan secara luas tersebar di daerah tropis dan sub-tropis, Jumlah yang cukup besar di Sub-sahara Afrika, Amerika dan Asia Timur. Indoneai juga termasuk. Namun, jumlah penderita tak sebesar negara-negara tersebut.

Namun demikian, persoalan cacingan ini tak boleh dianggap sepele. Sebab, dampak yang ditimbulkan bisa cukup serius. Tak hanya kekeurangan gizi, tapi juga stunting atau malnutrisi yang menghambat pertumbuhan.

PT Johnson & Johnson Indonesia melalui prosuk unggulannya Combantrin merasa terpanggil untuk ikut melakukan edukasi. Salah satunya dengan menyelenggarakan edukasi media bertajuk: Infeksi Cacing dan Hubungannya Terhadap Gangguan Gizi Yang Berdampak Stunting.

Acara itu digelar bekerja sama dengan Direktorat P2P Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Dua pembicara dihadirkan. Yakni dr Elizabeth Jane Soepardi, MPH, DSc, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik (P2PTVZ), Kementerian Kesehatan RI dan dr Juwalita Surapsari MGizi SpGK.

Acara ini bertujuan untuk memberikan perspektif yang lebih luas kepada publik melalui media sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang situasi terkini cacingan yang ditularkan melalui tanah di Indonesia. 
 
Berdasarkan data pada tahun 2015 dari Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI, penyakit cacingan menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia dengan tingkat prevalensi hingga 28,12 persen. Parahnya, angka tersebut pun belum mewakili banyak daerah di Indonesia yang memiliki potensi prevalensi di atas 50 persen. 
 
Devy Yheanne, Country Leader of Communications & Public Affairs
PT Johnson & Johnson Indonesia mengatakan, infeksi cacing dapat menyebabkan malnutrisi yang menghambat pertumbuhan atau lebih dikenal dengan istilah stunting. “Kondisi ini akan mempengaruhi perkembangan fisik dan tumbuh kembang anak sehingga mereka tidak dapat berkembang secara optimal, katanya.

Lebih dari itu, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap penyakit cacingan dan gejala yang tidak terlihat, membuat penyakit ini menjadi sering terabaikan. Penuntasan masalah stunting saat ini telah menjadi perhatian pemerintah.  Program ini juga telah menjadi salah satu fokus utama dari Presiden Joko Widodo yang menghimbau semua pihak, baik itu pemerintah pusat sampai desa untuk dapat menekan prevalensi angka stunting di Indonesia melalui berbagai upaya seperti menu bergizi untuk ibu hamil dan anak dan menggalakkan pentingnya pola hidup bersih dan sehat.

Ditambahkan Devy, PT Johnson & Johnson Indonesia melalui brand unggulannya, Combantrin, terus berkomitmen untuk mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam menekan tingkat infeksi cacing di Indonesia. Dukungan perusahaan terhadap sejumlah program pemerintah Indonesia — termasuk kampanye kecacingan — sebenarnya telah dimulai sejak beberapa tahun sebelumnya. Pada Bulan Juni 2016 lalu, PT Johnson & Johnson Indonesia dan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat bahkan telah menandatangani perjanjian kerjasama di Indonesia.  (*/ras)