Teriakan Waria Bikin Tangan Kiri Rohim Putus

RADARJEMBER.ID: Sial menimpa Muhammad Rohim, 20, pemuda asal Desa Kedawung, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang. Dia harus kehilangan tangan kirinya akibat disabet celurit oleh orang tak dikenal di Jalan Slamet Riyadi Kelurahan Tompokersan. Kepala bagian atas dan pipinya juga robet. Hingga tadia siang (10/4), pemuda asal Desa Kedawung, Kecamatan Padang itu masih dirawat intensif di RSUD Haryoto.

Diduga, Rohim menjadi korban salah sasaran. Farid, 20, teman korban yang melihat langsung kejadian itu mengaku, Rohim dibacok oleh satu dari tiga pengendara motor yang sekitar pukul 03.00 hari itu sedang melintas di kawasan Slamet Riyadi. Tempat itu sering dipakai mangkal para waria.

Kejadian diawali saat ketiga pengendara motor melintasi jalan tersebut dengan memain-mainkan gas. Para waria yang sedang mangkal lantas meneriaki aksi mereka. Teryata, teriakan itu membuat ketiga pengendara tersinggung. Ketiganya lantas putar balik untuk mencari orang yang meneriaki mereka.

Nahas, Rohim dan beberapa kawannya yang sedang ada di pemancingan selokan, beberapa meter dari kawasan mangkal waria, dikira sebagai orang yang meneriaki mereka yang sedang memainkan gas motor. Menurut Farid, sempat terjadi cekcok mulut sebentar. Salah satu pengendara motor terdengar menggunakan logat Madura. Belum usai dia dan kawan-kawannya menjelaskan, salah satu pengedara motor langsung menghujamkan celurit dari balik pinggangnya ke badan Rohim. Rohim tidak sempat menghindar. Dia langsung ambruk. Sementara Farid kawan-kawan yang lain berusaha menjauh karena ketakutan.
Hingga kini, Polres Lumajang belum berhasil mengungkap indentitas pelaku. Pelaksana Urusan Humas Polres Lumajang, Ipda Catur Budi Bhaskoro menuturkan, tidak ada satu barang bukti pun yang bisa diamankan polisi dari kejadian tersebut.

Namun, pihaknya masih terus mendalami kasus itu dan berusaha mencari data visual juga rekaman yang mungkin ada di sepanjang jalan yang diperkirakan dilewati pelaku.ā€œ Tidak adanya barang bukti yang diamankan bisa menjadi faktor penghambat penangkapan pelaku,ā€ pungkasnya.

Reporter : Khawas Auskarni
Editor : MS Rasyid

IKLAN

Reporter :

Fotografer :

Editor :