Kena Virus, SMA Mataram Tempursari Lumajang Nyaris Gagal Ujian

RADARJEMBER.ID: Nyaris saja seluruh siswa kelas XII SMA Mataram Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang tadi siang (10/4) kena petaka. Nyaris gagal mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari kedua. Sistem pertahanan server utama di SMA Mataram sempat diretas virus komputer.

Untung masalah tersebut segera bisa diatasi. Para siswa tetap bisa melanjutkan UNBK.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Dispebdik) Provinsi Jawa Timur (Jatim) Wilayah Lumajang, Sugiono Eksantoro kepada Jawa Pos Radar Semeru menjelaskan, virus itu masuk Senin sore (9/3), begitu sesi ketiga usai. Dia mendapat laporan dari proktor SMA Mataram, ada virus bernama ransomware masuk ke server utama sesaat setelah server di-log out.

Pada monitor server ada tulisan, server kembali bisa dibuka setelah pemiliknya membayar uang tunai senilai kurang lebih Rp 4,5 juta. “Ada kursnya dalam dolar.
Kalau dirupiahkan kurang lebih Rp 4,5 juta. Tapi saya larang pihak sekolah untuk membayar. Mereka saya suruh betulin saja sore itu,” terang Sugiono.
Sampai malam hari ternyata server belum bisa kembali normal. Salah satu SMA swasta di Kecamatan Tempursai itu berpotensi tidak bisa menerima kiriman soal untuk UNBK hari kedua. “Kemudian saya instuksikan untuk pakai server cadangan saja,” ucapnya.

Server cadangan pun nyaris tidak bisa dipakai. Hingga pukul 07.40 kemarin (10/4), komputer ujian belum bisa dipakai login. Padahal UNBK sesi pertama harusnya sudah mulai dilangsungkan pukul 07.30. Server cadangan baru benar-benar bekerja normal sekitar pukul 08.15.

Akibatnya, proses UNBK sesi pertama di SMA Mataram jadi molor hingga 45 menit.
Molornya sesi pertama otomatis membuat sesi kedua dan ketiga ikut terlambat. Sesi kedua yang seharusnya berlangsung pukul 12.30 terpaksa diundur jadi pukul 13.15. Dan sesi ketiga yang mestinya dimulai pukul 14.00, baru bisa dilangsungkan pukul 14.45.

Hingga sore kemarin, Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Lumajang menyatakan jika server utama milik SMA Mataram belum selesai diperbaiki. Padahal, sesuai aturan server cadangan tidak boleh dipakai lebih dari sekali. “Tapi karena ini darurat, saya juga mengajukan permohonan ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Surabaya agar pelaksaan UNBK di SMA Mataram tetap menggunakan server cadangan, selama server utama belum bisa dipakai,” papar Sugiono.

Nyatanya, kejadian kemarin bukan kali –pertama server utama SMA Mataram terpapar virus komputer. Saat pelaksaan USBN beberapa pekan kemarin, peristiwa serupa juga terjadi di sekolah tersebut.
Padahal, ucap Sugiono, sistem pertahanan yang ditanamkan dalam jaringan komputer SMA Mataram sama persis dengan SMA lainnya di Lumajang. “Ini kok seperti dijadikan langganan. Waktu USBN kemarin, operator virusnya minta kompensasi Rp 1,5 juta,” pungkasnya.

Reporter : Khawas Auskarni
Editor : MS Rasyid