Khofifah Terinspirasi Semangat Pekerja Lansia

RADARJEMBER.ID : Semangat kerja para buruh lansia menjadi perhatian tersendiri bagi calon gubernur nomor urut satu, Khofifah Indar Parawansa. Hal itu diungkapkan Khofifah saat berkunjung ke salah satu gudang tembakau di Jelbuk yang merupakan salah satu pusat tembakau di Jember.

“Alhamdulillah, saya sangat terharu dengan sambutan ibu-ibu semua di sini. Semangat kerja ibu-ibu menginspirasi saya untuk memperbesar volume dari PKH plus. Mereka yang sudah lanjut usia, namun tetap produktif bekerja,” tutur Khofifah yang mengenakan setelan busana muslim berwarna putih tersebut. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian safari ke beberapa titik yang dilakukan pada Kamis (05/04) kemarin.

Kontan saja, kedatangan Khofifah itu disambut antusias para pekerja gudang tembakau yang didominasi ibu-ibu lansia. Para buruh tembakau dengan semangat ikut bersolawat, bernyanyi serta berebut foto bersama dengan mantan Menteri Sosial era Presiden Jokowi itu. Tak lupa, mereka mengacungkan salam satu jari yang menyimbolkan nomor urut pasangan Khofifah-Emil di Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018.

Khofifah nampak interaktif dan membaur dengan para buruh. Mereka langsung bersalaman memeluk Khofifah haru bisa bertemu langsung. Sebagian diantara mereka juga dengan semangat menyampaikan keluh kesahnya kepada Khofifah.

Selain berdialog dengan para pekerja, Khofifah juga menyempatkan diri untuk meninjau proses kerja di gudang tembakau tersebut, bersama sang pemilik gudang, Herry Sartono. Khofifah pun mendekati satu per satu para pekerja dan ikut nimbrung membersihkan tulang tembakau penuh seksama. Dengan senang hati buruh lansia berswafoto dan memeluk Menteri Sosial 2014-2018 itu.

“Saya benar-benar terharu bisa bertemu langsung dengan perempuan hebat seperti bu Khofifah. Semoga nanti cucu saya bisa seperti beliau,” tutur Imama, salah satu buruh lansia yang nampak gembira bisa bercengkrama dengan mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan di era Presiden Gus Dur itu.

“Semoga nanti Bu Khofifah dan Mas Emil nanti mendapat amanah memimpin Jawa Timur di Pemilihan 27 Juni 2018,” tutur Maimunah, buruh lansia lainnya yang sudah bekerja di gudang tersebut sejak tahun 1994.

Menurut pemilik Gudang, Herry Sartono, dirinya sangat terkesan dengan Khofifah. Tidak hanya karena pengalamannya di tingkat nasional, tapi juga cara Khofifah dalam berinteraksi dengan berbagai macam lapisan masyarakat. “Karena itu saya izinkan Bu Khofifah berkunjung ke sini, karena beliau figur yang kharismatik,” tutur Herry Sartono.

Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan salah satu program yang digulirkan pemerintah, untuk menanggulangi kemiskinan. Di masa Khofifah menjabat sebagai Menteri Sosial, program tersebut mendapat apresiasi dari banyak pihak karena dirasakan efektivitasnya. “Insyaallah jika diberi kepercayaan mengemban amanah Jawa Timur, kami akan mengoptimalkan PKH tersebut. Antara lain dengan mencari data-data lansia supaya programnya lebih terasa dan tepat sasaran,” ujar Khofifah.

Gudang tembakau di Jelbuk itu adalah satu dari 10 titik yang dikunjungi Khofifah selama sehari kemarin. Sebelum di Jelbuk, Khofifah juga menyempatkan diri untuk berkunjung ke Pasar Rambipuji. Di sana, Khofifah menyempatkan diri untuk berdialog dan menerima keluh kesah dari para pedagang tradisional.

“Mereka mengeluhkan soal infrastruktur pasar serta sepinya pembeli. Dua hal ini memiliki keterkaitan,” tutur Khofifah. Menurut perempuan yang pernah menjadi anggota DPR termuda di awal reformasi tersebut, hampir semua pasar tradisional yang dikunjungi permasalahannya sama yakni perbaikan insfrastruktur. Bila dapat diperbaiki maka, pasar tradisional akan dapat bersaing dengan pertumbuhan pasar modern yang semakin pesat.

“Kita akan mendorong pertumbuhan pasar tradisional supaya kompetitif dengan pasar modern. Hal ini terjadi jika poin penting insfrastruktur diperbaiki dan membuat gerakan belanja ke pasar tradisional,” ujar Khofifah. Diakui, sebagian pasar menjadi kewenangan dari Pemkab atau Pemkot. Karena itu, ia sudah merumuskan cara untuk membantu nasib para pedagang tradisional agar tidak tergerus laju zaman.

“Perbaikan pasar bisa disinergikan dengan kalangan usaha melalui Corporate Social Responsibility (CSR) atau kepedulian sosial perusahaan. Saya sudah berkomunikasi dengan beberapa kalangan usaha yang memiliki komitmen untuk itu. Tinggal kita sinergikan dengan berbagai pihak termasuk pemkab/pemkot,” jelas Khofifah.

Selain itu, revitalisasi pasar juga sudah termasuk dalam salah item pada program Khofifah-Emil yang dirumuskan dalam program Nawa Bakti Satya. Salah satu isinya konsen pada pembangunan insfrastruktur baik jembatan, lingkar wilis, lingkar bromo, ijen dan pembangunan pasar tradisional.
“Pembangunan ini menjadi sebagai prioritas dan bila sudah jadi, maka ini akan menjadi daya tarik pembeli untuk berbelanja disini,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Khofiffah menambahkan bahwa pasar tradisional membutuhkan warehouse atau gudang yang digunakan untuk mensuplai kebutuhan pedagang. Sehingga meminimalisir pedagang yang menimbun barang. Para pedagang juga perlu mendapat penguatan modal. “Jadi barang bisa diminimalisir untuk ditimbun. Ditambah lagi bila dibukanya agen perbankkan untuk mendistribusikan KUR, jadi bisa membantu usaha perkembangan usaha mikro,” pungkas Khofifah. (iklan)

IKLAN

Reporter :

Fotografer :

Editor :