Zakat untuk Tekan Kesenjangan Sosial

Foto Adi Faizin

 

JEMBER KOTA – Tingginya tingkat kesenjangan ekonomi di Indonesia, mestinya bisa ditekan melalui optimalisasi manajemen zakat.

“Potensi zakat di Indonesia di tahun 2018 ini mencapai Rp 280 Triliun. Tetapi laporan keuangan sementara dari para Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) secara nasional, yang mampu tergarap hanya Rp 5 Triliun. Jadi masih sangat besar potensi yang belum tergarap,” tutur Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Jember, Dr Moch Chotib MM, di sela-sela acara Musyawarah Nasional Majasiswa Manajemen Zakat dan Wakaf (Munas Zawa) se Indonesia.

Selain dihadiri perwakilan mahasiswa prodi Zakat dan Wakaf dari berbagai kampus di Indonesia, acara yang digelar di kampus IAIN Jember pagi ini itu juga turut dihadiri beberapa pemangku kepentingan terkait seperi Badan Wakaf Indonesia (BWI) Jatim, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jawa Timur serta beberapa lembaga amil zakat lain.

“Kami akan merumuskan strategi pengembangan zakat dan juga kerjasama dengan lembaga amil se-Jawa Timur,” tutur Chotib yang juga doktor di bidang administrasi. (ad/ras)