Soal SLB, PMI Anggap Tak Ada Masalah

CARI SOLUSI: Ketua PMI EA Zaenal Marzuki (dwi siswanto/radar jember)

Pertemuan antara PMI, SMP Inklusi, SLB, dinas pendidikan di ruang Asisten II Pemkab Jember memang belum menemukan solusi pindahnya SLB yang berada di Markas PMI Jember. Namun, rencana pemindahan SLB tinggal menunggu waktu. Pemkab kini sedang mencarikan solusi tempat kepindahannya.

Itu yang disampaikan Asisten II Edy Budi Susilo  kepada para pihak yang hadir dalam pertemuan. Antara lain Ketua PMI Jember EA Zaenal Marzuki,  Kasek SMP Inklusi Sulaiman, Kasek  SLB Pujiatutik juga Jumain dari Dinas Pendidikan Jember. “Seperti hasil pertemuan sebelumnya. Bahwa intinya sudah tidak ada masalah,” kata Edy Budi Susilo saat memimpin rapat.

Dia menjelaskan, baik PMI maupun pihak sekolah tidak mempermasalahkan rencana pemindahan tersebut. “Tinggal mencari solusi tempat pidahnya. Memang sudah ada beberapa alternatif salah satunya di Kaliwates. Tetapi masih menunggu dinas pendidikan dan ketua yayasan SLB,” imbuh mantan kepala Bappekab Jember tersebut.

Edy  mengakui memang ada upaya mencari solusi tempat pindah yang dekat dengan markas PMI Jember. “Tetapi tempatnya juga sudah tidak memungkinkan,” imbuhnya. Sebab, area yang dekat dengan Markas PMI sangat ramai. Bahkan, rawan kecelakaan karena arus lalu lintasnya padat.

Pertemuan untuk menyatukan persepsi dan menyelesaikan masalah tersebut berjalan lancar serta tenang di ruang Asisten II Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Jember, kemarin (20/3). Asisten II Edy Budi Susilo rencananya akan membicarakan masalah tersebut secara khusus dengan Plt Kepala Dispendik Jember Ghozali. “Setelah pertemuan ini nanti akan kami bicarakan dengan Pak Plt Kepala Dinas Pendidikan,” ujarnya

Sebelumnya, ketua PMI Jember Zaenal Marzuki menjelaskan, pada prinsipnya PMI ini adalah organisasi yang bergerak di bidang kemanusiaan. Tidak hanya pelayanan donor darah saja, tetapi juga kebencanaan, termasuk memperhatikan anak berkebutuhan khusus. Bahkan, yayasan SLB Jember ini didirikan oleh orang-orang pengurus PMI.

Belakangan ini banyak kabar miring mengenai PMI Jember yang menggusur SLB Jember. Zaenal menjelaskan, bukan menggusur, akan tetapi gedung yang ditempati SLB Jember adalah milik PMI Jember.  Gedung SLB Jember pertama kali dibangun oleh SLB sendiri di atas tanah PMI Jember. Lantas, pada 3 Mei 1998 yayasan SLB Jember mengajukan surat permohonan realisasi penggantian gedung SLB di Jalan Jawa no 57 tersebut. “Sudah kami ganti senilai Rp 150 juta,” katanya.

Lanjut Zaenal, yayasan bersedia pindah tahun ajaran 1998/1999. Namun, hingga kini tetap menempati Gedung PMI Jember di Jalan Jawa. Jika SLB ini pindah ke Bintoro, PMI juga siap menyediakan armada. Seandainya, tambah Zaenal, yayasan menyerahkan SLB ini ke PMI, maka akan dibina betul.

Sehingga, menurut dia, yayasan seharusnya menjamin keberlangsungan SLB Jember ini. Menurut dia, pendidikan siswa berkebutuhan khusus ini tidak hanya untuk mendapatkan ilmu baca dan tulis saja. “Tapi yakinkan siswa difabel ini punya potensi yang nantinya dia mampu hidup mandiri. Pembelajarannya pun ada di luar sekolah,” paparnya.

(jr/aro/dwi/das/JPR)