SMK YP 17 Jombang Dibobol Maling

Senin pagi, sekitar pukul 06.30, para guru STM YP 17 Jombang digegerkan dengan hilangnya beberapa alat praktik otomotif. Bukan hanya alat praktik saja. Satu unit mobil yang bisa digunakan untuk praktik siswa juga hilang.

Kapolsek Jombang, AKP Ma’ruf membenarkan kabar itu. Pihak sekolah sudah melakukan pelaporan terkait hilangnya beberapa peralatan praktik tersebut. Bahkan, beberapa anggotanya sudah diturunkan untuk melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari pihak sekolah.

Kepolisian belum bisa memastikan kapan dan pukul berapa kejadian pembobolan tersebut. Besar kemungkinan, pelaku melakukan aksinya pada hari libur. Tepatnya pada Sabtu dan Minggu  lalu. Sehingga, pihak sekolah baru menyadari kasus tersebut pada Senin pagi.

Ma’ruf menambahkan, dirinya belum bisa berbicara banyak terkait kasus tersebut. Pihaknya masih melakukan pendalaman dan meminta saksi lain atas kasus tersebut. “Pihak sekolah sudah melakukan pelaporan, kami masih melakukan penyelidikan,” katanya.

Saat Jawa Pos Radar Jember mendatangi lokasi kejadian, pihak sekolah memilih diam. Bahkan, kepala sekolah diinformasikan sedang ada acara di luar sekolah. Hanya ada beberapa guru dan wakil kepala sekolah yang bisa ditemui.

Pihaknya tidak berani memberikan statement resmi terkait kasus pembobolan tersebut. Namun, dia membenarkan kasus tersebut. “Saya tidak bisa komentar, tapi memang benar ada kasus tersebut,” katanya.

Dia menceritakan, pihak sekolah baru mengetahui kehilangan tersebut pada Senin (19/3) pagi. Besar kemungkinan hilangnya barang-barang praktik tersebut terjadi pada hari libur sebelumnya. Padahal, selama hari libur sudah ada dua orang penjaga sekolah yang bertugas.

Pihak sekolah mengaku juga tidak memiliki keamanan ganda. Hanya memiliki dua tenaga keamanan untuk menjaga lingkungan sekolah. “CCTV tidak ada. Hilangnya di ruang praktik, bukan di gudang sekolah,” tambahnya.

Saat diminta menunjukkan lokasi dan memberikan keterangan lebih lanjut, pihaknya menolak. “Saya tidak berani, kepala sekolah tidak ada. Kami sudah lakukan pelaporan ke Polsek Jombang,” ujarnya.

Sementara itu, Hadi Handoko, Kepala SMK YP 17 Jombang saat dihubungi melalui ponsel pribadinya tidak menjawab telpon. Dihubungi melalui pesan singkat, pihaknya juga tidak menjawab.

(jr/jum/mar/hdi/das/JPR)