Pamerkan Budaya Sepuluh Kota

BERBAGI BUDAYA: Beberapa produk kesenian dari sejumlah daerah yang dijual dalam kegiatan pasar budaya di IAIN Jember (Bagus Supriadi/Radar Jember)

Sedikitnya sepuluh budaya dari berbagai kota dipamerkan di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember, dalam kegiatan Pasar Budaya, Jumat (23/4). Pameran budaya itu untuk saling mengenalkan keragaman budaya. sehingga bisa terus menjaga persatuan di tengah perbedaan.

 “Di kampus IAIN Jember mahasiswanya berasal dari berbagai daerah,” kata Noval, ketua panitia pasar budaya. Setiap daerah membentuk organisasi tersendiri untuk menampung mahasiswa daerahnya. Mereka memiliki karakter dan budaya yang berbeda-beda.

Untuk itulah, Rayon PMII Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Jember mengumpulkan mereka. Untuk saling berbagi tentang kebudayaan masing-masing. “Kebudayaan yang dipamerkan mulai dari Bondowoso, Banyuwangi, Lamongan, Madura, dan lainnya,” terang Noval.

Wadah pasar budaya sebagai ajang silaturahmi dan ingin menyatukan mahasiswa agar terus menjaga keberagaman. Mereka diharapkan bisa saling menjaga dan melestarikan kesenian daerah masing-masing. Sebab, tantangan teknologi begitu pesat, bila tidak dijaga kebudayaan akan hilang.

Dia menambahkan pameran dalam pasar budaya ini untuk menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya dibanding dengan lainnya. Sehingga mahasiswa memiliki kesadaran agar budaya tidak hanya menjadi warisan, tetapi kebanggaan.

“Tema yang kita angkat budayamu, budaya kita, budaya Indonesia,” ucapnya. Pasar budaya itu menjadi kegiatan rutin mahasiswa setiap tahun. Mulai dari lomba kuliner, seni tari, fashion show, dan paduan suara. Darisana, mahasiswa juga dilatih agar bisa mengembangkan bakatnya.

“Semua ciri khas masing-masing daerah di tampilkan dalam acara pasar budaya,” tambah Lutvi, penanggung jawab kegiatan ini. Semua budaya tradisional juga dipentaskan di atas panggung yang menarik. Mereka bisa saling berbagi ilmu tentang kebudayaan masing-masing.

Selain itu, produk kesenian juga dipasarkan dalam kegiatan tersebut. Seperti baju khas Madura, udeng Banyuwangi dan kerajinan lainnya. Produk itu dibawa oleh masing-masing mahasiswa untuk dijual.

(jr/gus/hdi/das/JPR)

IKLAN

Reporter :

Fotografer :

Editor :