Laskar Hijau Wadul Komnas HAM

MEDIASI: Koordinator Laskar Hijau Lumajang A’ak Abdullah Al-Kudus laporkan kasus Gunung Lemongan, Lumajang, pada Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik di Kampus Universitas Jember (Rangga Mahardika/Radar Jember)

Banyaknya intimidasi dan perusakan yang terjadi terhadap kegiatan Aktivis Lingkungan Laskar Hijau di Gunung Lemongan, Klakah Lumajang membuat mereka tidak kuat. Sehingga Rabu siang (21/3) mereka melaporkan kasus ini ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) di Jember.

Laporan ini bahkan langsung disampaikan kepada Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik yang kebetulan ada kegiatan MoU dengan Universitas Jember. Selain menerima perwakilan Laskar Hijau Lumajang yang dipimpin A’ak Abdullah Al-Kudus juga menemui perwakilan warga Tumpang Pitu Banyuwangi.

Kepada sejumlah media, A’ak kemarin menuturkan pihaknya memang sengaja melaporkan kasus di Lumajang kepada Komnas HAM. “Yang kami laporkan kasus di Gunung Lemongan. Kami sering mendapatkan teror dan perusakan terhadap tanaman konservasi kami,” tegas A’ak.

Perusakan ini dilakukan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab terhadap tanaman konservasi yang ditanam Laskar Hijau untuk menghijaukan Gunung Lemongan. Kebetulan memang masyarakat pelaku perusakan ini bisnisnya merambah hutan yakni menggunakan untuk menanam sengon. Padahal, Gunung Lemongan ini merupakan hutan lindung.

“Teror dan perusakan ini sudah mengancam kami. Kami sudah kehilangan rasa aman dengan banyaknya teror ini,” tutur A’ak kemarin. Sehingga ini sudah menjadi ranah dari Komnas HAM untuk turun tangan.

Pihaknya sudah berkali-kali melaporkan perusakan dan teror ini kepada pihak kepolisian. Namun, sejauh ini perusakan dan teror ini tidak membuahkan hasil, karena pihak kepolisian belum juga menangkap pihak-pihak yang melakukan perusakan tanaman konservasi di hutan lindung ini. “Sampai detik ini belum ada tindakan apa-apa,” jelasnya.

Sehingga pihaknya melaporkan hal ini kepada Komnas HAM. Apalagi, teror yang berkali-kali membuat konflik horizontal di masyarakat, sehingga harus ada segera langkah yang dilakukan oleh para stakeholder.

Oleh karena itu, Laskar Hijau melakukan pengaduan sehingga segera ada tindak lanjut yang dilakukan para stakeholder yang ada. “Dari hasil pertemuan tadi, pihak Komnas HAM berjanji segera menindaklanjuti laporan,” terangnya. Pihaknya mengatakan untuk Jawa Timur kini ada empat pengaduan yang harus ditangani yakni Gunung Lemongan dan Kunir (Lumajang), Tumpang Pitu (Banyuwangi), dan Pasuruan.

Sementara itu, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik kemarin mengatakan, pihaknya memang jika berkunjung ke daerah memberikan waktu kesempatan untuk bertemu masyarakat yang sedang mengalami masalah HAM. “Kami selalu menerima aduan masyarakat. Daripada jauh-jauh ke Jakarta kan kalau pas ke daerah lebih mudah,” jelasnya.

Karena juga ada kesekretariatan, maka laporan ini pun diakui oleh pihak Komnas HAM. Dimana nantinya berdasarkan hasil laporan tersebut, pihaknya akan melakukan kajian terkait dengan sejumlah kasus yang dilaporkan ini. “Kita tindak lanjuti dengan kajian dan nantinya diberikan kepada para stakeholder,” jelas Taufan kemarin.

Dirinya mengatakan laporan ini sudah cukup banyak dan sudah banyak pula yang berhasil dituntaskan pihaknya. “Kita memang biasanya rekomendasinya dengan mediasi,” jelasnya. Biasanya pihaknya menyelesaikan permasalahan dengan cara memediasi antar pihak yang berkonflik. Baru jika tidak bisa mediasi, menggunakan atasan dari masing-masing stakeholder sehingga tidak terjadi masalah HAM Hasil mediasi tersebut akan dijadikan rekomendasi untuk dipatuhi oleh pihak-pihak terkait.

Taufan menuturkan untuk saat ini ada ribuan laporan dan pengaduan masyarakat yang masuk kepada pihaknya. Menurut Taufan, konflik HAM kebanyakan terjadi di isu-isu persoalan agraria, kebebasan beragama dan tambang. “Untuk instansi yang banyak dilaporkan kepolisian,” jelasnya. Ini bukan berarti kepolisian banyak melakukan pelanggaran HAM, tetapi karena pengaduan mereka lambat ditangani pihak kepolisian,” pungkasnya.

(jr/ram/hdi/das/JPR)

IKLAN

Reporter :

Fotografer :

Editor :