Kritis, Lahan di Tempurejo Rawan Longsor

GUNDUL: Beginilah kondisi kawasan Blok Aren, Dusun Mandilis, Desa Sanenrejo, Tempurejo. Lahan berbukit ini sudah mulai ambles. Dengan penghijauan yang minim, maka wilayah itu potensi longsor. (Jumai/Radar Jember)

Ancaman bahaya bencana di Jember terjadi bukan hanya terjadi karena faktor alam, namun juga kelalaian manusia. Salah satunya, seperti yang terjadi di Blok Aren, Dusun Mandilis, Desa Sanenrejo, Tempurejo. Kondisi lahan di bukit ini sudah ambles ditambah dengan kondisinya yang sangat kritis.

“Kondisinya memang sudah cukup kritis,” ucap Pelaksana Tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Widi Prasetyo, kemarin. Pihaknya beberapa waktu lalu memang mengunjungi lokasi bukit di Blok Aren ini. Kondisinya memang tidak ada tanaman keras dan terlihat gundul di sekitar lokasi.

Di lokasi tersebut, pihaknya juga menemukan adanya tanah ambles di titik yang cukup miring karena hujan beberapa waktu lalu. “Amblesannya sekitar satu meteran,” tuturnya. Sehingga, diakuinya jika lokasi ini tentu sangat berbahaya jika terjadi hujan lagi. Serta bisa terjadi longsoran yang cukup besar.

Selain itu, jika hujan lebat, maka longsor ini nantinya akan jatuh ke saluran air yang ada di bawahnya. “Ini akan menyumbat saluran air dan bisa menjadi bendungan,” jelasnya. Jika demikian, luberan air malah akan menjadikan banjir bagi penduduk yang bermukim di bawah bukit.

Jika demikian, maka akan mengancam sejumlah keluarga yang ada di bawah longsoran tersebut. Pihaknya mengkhawatirkan hal ini, sehingga beberapa waktu lalu sudah melakukan sejumlah langkah mitigasi agar tidak ada korban jiwa yang lebih banyak dari kejadian ini.

“Kita sudah lakukan sosialisasi kepada perangkat desa, pak kampung dan tokoh masyarakat desa di sana,” ucap Widi. Terutama untuk melakukan antisipasi dengan melakukan mitigasi lokasi aman. Sehingga, jika sewaktu-watu ada bencana, masyarakat bisa mencari lokasi yang aman.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan warga desa untuk melakukan pengamanan dalam waktu dekat. Yakni, dengan mencegah retakan yang lebih lebar lagi. “Kami berikan terpal untuk menutupi lokasi yang ambles sebelumnya,” terang Widi, kemarin.

Bukan hanya melakukan penanganan yang sifatnya sementara saja. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak Taman Nasional Meru Betiri, karena lokasinya memang berada di wilayah taman nasional. “Kita akan melakukan penanaman pohon keras dan besar bersama muspika dan tokoh masyarakat setempat,” jelasnya.

Mengenai tanaman yang akan ditanam rencananya disediakan oleh pihak TNMB. Pihaknya membantu untuk melakukan reboisasi di lokasi yang kritis tersebut. Widi mengatakan, hal ini dilakukan agar nantinya ada tanaman yang menahan tanah supaya tidak longsor. Sebab, jika dibiarkan seperti ini, maka cepat atau lambat akan terjadi longsor berikutnya.

Dirinya meminta masyarakat untuk ikut menjaga tanaman yang ditanam ini. Sebab, ini juga untuk menjaga masyarakat agar terhindar dari bencana yang tidak diinginkan tersebut.

(jr/jum/ram/das/JPR)