Cikar Masih Diminati

FAVORIT DI JEMBER SELATAN: Cikar, transportasi tradisional yang ditarik dua ekor sapi ini masih dipakai oleh masyarakat Ambulu sebagai angkutan barang. (WAWAN DWI/RADAR JEMBER)

Moda transportasi dengan tenaga mesin telah mendominasi kehidupan masyarakat. Kini, alat transportasi tradisional dengan tenaga hewan pun telah banyak ditinggalkan. Bahkan, keberadaannya jarang ditemui di jalan raya.

Namun di daerah Jember selatan, tepatnya di Ambulu dan Wuluhan, transportasi tradisional berupa Cikar ini masih banyak dijumpai. Cikar adalah transportasi barang yang ditarik oleh dua ekor sapi.

Padahal, sejatinya di Jember Selatan sudah banyak kendaraan angkutan barang seperti pikap dan truk. ”Keberadaan cikar seperti belum tergantikan. Bukan soal biaya yang jauh lebih murah cikar ini tetap bertahan. Tapi, daya angkutnya melebihi truk dan setara truk trailer,” kata Alfan, pemilik cikar yang sedang mengangkut puluhan batang bambu tersebut.

Dia menyebut, batang bambu sepanjang 10 meter yang jumlahnya banyak, mampu diangkut cikar tersebut. “Dari Desa Kemuning, Ambulu ke Desa Kesilir, Wuluhan biayanya hanya Rp 300 ribu,“ ujar Alfan. Meski, jalan Cikar ini lambat seperti orang berjalan kaki.

Sapi yang dipakai Alfan adalah jenis limosin. “Kalau sapi biasa ya bisa, tapi untuk beban besar lebih kuat limosin,” katanya. Kekurangan limosin hanya jalan kaki yang lambat.

(jr/dwi/mar/hdi/das/JPR)

IKLAN

Reporter :

Fotografer :

Editor :