Cara Alami Cegah Hama Gunakan Jamur

GO GREEN: Cara alami lebih efektif, murah, dan ramah lingkungan untuk memberantas hama. (Adi Faizin/ Radar Jember)

Seiring kemajuan zaman, keinginan manusia untuk hidup secara alami kian menguat. Termasuk dalam bidang pertanian. Seperti yang dilakukan kelompok petani di Desa Glagahwero, Kecamatan Kalisat. Mereka berupaya menggunakan cara alami untuk memberantas hama perusak tanaman pangan di sawah.

 “Kami melakukan pengendalian massal organisme pengganggu tanaman (OPT) menggunakan agen hayati untuk mencegah serangan penyakit kresek yang disebabkan oleh bakteri xantomonas. Dan mencegah terjadinya serangan penyakit blast yang disebabkan jamur Piricularia Oryzae,” tutur Moch Kosim, penyuluh pertanian dari Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Jember yang bertugas di Desa Glagahwero dan Desa Gambiran, Kecamatan Kalisat, di sela-sela pencegahan hama di Desa Glagahwero, kemarin.

Berbeda dengan cara yang sering dilakukan petani sebelumnya, pencegahan hama kali ini menggunakan “racun” alami berupa agensia hayati. Organisme yang digunakan berupa Pseudomonas flourescens yang merupakan bakteri yang menjadi musuh alami dari penyakit penyebab terjadinya hama blast dan kresek. “Ini bibit bakterinya memang beli. Tetapi, mudah dikembangkan sendiri oleh petani,” tutur Kosim.

Sejatinya, penggunaan cara-cara alami untuk mencegah hama pertanian, menurut Kosim, sudah digalakkan di tingkat pusat. Sejak lima tahun oleh Kementerian Pertanian. Namun, tantangan terutama adalah untuk meyakinkan petani agar mau beralih dari cara-cara kimiawi ke cara alamiah. “Sebenarnya, bantuan dari pemerintah di era Jokowi sudah luar biasa. Cuma mengubah mindset petani di desa ini membutuhkan upaya yang tidak mudah. Harus bertahap memang,” ujar alumnus Fakultas Pertanian Universitas Jember ini.

Para petani, lanjut Kosim, selama ini lebih suka menggunakan pencegah hama secara kimia, karena dianggap hasilnya lebih nyata terlihat. “Kalau pakai obat-obatan kimia, hamanya memang langsung kelihatan mati. Sementara kalau pakai jamur seperti ini, butuh waktu beberapa hari untuk mematikan hama,” tutur Kosim.

Namun, sejatinya cara alami seperti penggunaan jamur untuk mematikan hama, jauh lebih besar manfaatnya dibandingkan obat-obatan kimia. Selain ramah lingkungan dan berkelanjutan, cara alami tersebut juga murah. “Teknologinya sederhana. Asalkan ekosistemnya cocok, maka jamur yang menjadi musuh alami hama itu akan hidup dan beranak pinak sendiri,” jelas Kosim.

(jr/ad/ras/das/JPR)

IKLAN

Reporter :

Fotografer :

Editor :