Angkutan Tanah Bruk Dikeluhkan

SUMBER POLUSI: Dam truk yang mengangkut material tanah dan batu ini mulai dikeluhkan masyarakat. (Qomaruddin Hamdi/Radar Jember)

Keberadaan truk pengangkut tanah bruk yang melintas di sepanjang jalan Kecamatan Puger, Gumukmas, dan Kencong mulai diprotes. Pasalnya, dam truk yang mengangkut material tanah dan batu tidak menggunakan penutup. Hal itu di keluhkan lantaran mengganggu pengguna jalan lain.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, truk pengangkut tanah dan batu itu berasal dari Kecamatan Puger. Dam truk itu melaju membawa material untuk digunakan di salah satu pembangunan gedung anyar yang ada di Kecamatan Kencong.

Sepanjang perjalanan, truk pembawa material itu tidak menutup bak truk. Sehingga, banyak material yang berjatuhan di jalan. Kondisi itu cukup meresahkan pengguna jalan lain. Dalam hal ini pengendara roda dua yang paling dirugikan. Tak jarang pengendara lain kelilipan saat berada di belakang kendaraan tersebut.

Latifah, warga Desa Menampu, Kecamatan Gumukmas menyebut, warga geram dengan keberadaan truk tersebut. Pasalnya, truk yang melintas tidak hanya satu. Paling sedikit, ada tiga truk yang mengangkut material secara bersamaan.

Kondisi itu diperparah dengan kondisi bak truk yang terbuka. Banyaknya material yang berjatuhan membahayakan pengguna jalan lain. “Itu kan tidak ditutup, banyak tanah yang jatuh. Jadi yang ada di belakangnya itu kelilipan tanah,” katanya.

Apalagi, truk yang bermuatan tanah itu hampir setiap menit melintas. Kondisi itu juga memperparah keberadaan jalan yang saat ini sudah banyak mengalami kerusakan. “Kalau lewat itu sampai tiga barengan. Jalannya kayak gini, semakin rusak jadinya,” tuturnya.

Maka dari itu, dia berharap pihak pengelola memberikan arahan pada supir truk untuk menutup bak truk yang sedang mengangkut material. Sehingga, muatan yang diangkut tidak berjatuhan dan mengganggu pengendara lainnya. “Kalau bisa ditutup biar tidak ganggu pengguna motor,” tutupnya.

(jr/mar/hdi/das/JPR)