Dua Warga Hirup Udara Beracun Ijen

Heru Putranto/Radar Jember
Heru Putranto/Radar Jember

Gas beracun yang muncul dari Gunung Ijen, Rabu (21/3) malam bikin heboh. Ratusan warga mengungsi, sementara puluhan warga Desa Karanganyar, Kecamatan Ijen, keracunan. Tercatat, 29 warga harus mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas Ijen. Para korban ini berasal dari tiga dusun, yakni Dusun Margahayu, Dusun Watu Capil, dan Dusun Curah Macan.
Korban terparah menimpa Muhamad Hasan dan Pak David, dua warga Dusun Watu Capil, yakni Muhamad Hasan dan Pak David. Bahkan kedua korban ini harus dirujuk ke RSD dr Koesnadi Bondowoso, sejak Rabu malam itu juga. Sebab, keduanya sempat pingsan, akibat menghirup udara atau gas beracun dari Kawah Ijen tersebut.
Ditemui di ruang ICU RSD kemarin, kedua korban masih tampak lemas. “Ini baru pertama kali terjadi,” ungkap Muhamad Hasan, kepada Jawa Pos Radar Ijen, kemarin pagi (22/3). Korban menyebut, saat ini kondisinya tengah membaik dibanding tadi malam (Rabu malam, Red).
Korban menceritakan, sebelum kejadian, Rabu (21/3) sekitar pukul 22.00 malam, dia sebenarnya mau tidur. Namun saat beranjak ke kamar, sayup-sayup terdengar pengumuman dari load speaker di kampungnya, agar seluruh warga di Dusun Watu Capil dan dusun lainnya, segera keluar rumah.
Pengumuman itu menyebutkan, malam itu ada gas beracun dari Kawah Ijen. ”Saya langsung memanggil Jum, istri saya, untuk segera lari keluar rumah,” terangnya.
Namun apa daya. Baru saja keluar rumah, Muhamad Hasan langsung seperti orang lemas dan tidak punya tenaga. Dia pingsan. ”Tahu-tahu saya sudah di rumah sakit ini,” katanya, di ruang Bougenville, kemarin.
Yang dia ingat, sebelum pingsan ia merasa sesak dan sakit kepala serta mual. ”Katanya saya ini menghirup udara yang mengandung racun,” katanya.
Dari yang dia dengar, begitu pingsan Muhamad Hasan dibawa ke Puskesmas Ijen. Namun karena kondisinya dianggap mengkhawatirkan, akhirnya pihak puskesmas melarikan ke RSD dr Koesnadi Bondowoso. ”Meski sudah sadar, saya masih lemas dan pusing,” katanya.
Muhamad Hasan menyebut, selama puluhan tahun tinggal di desanya itu, dia dan keluarganya tidak pernah mengalami kejadian seperti itu.
Sementara Bu Jum, istri Muhamad Hasan, juga mengakui, baru kali ini ada kejadian gas beracun dari Ijen turun sampai ke desanya. ”Warga desa ketakutan, dan mengungsi ke kantor kecamatan, polsek dan Koramil Ijen,” katanya.
Bu Jum menambahkan, suaminya itu pingsan saat akan mengungsi bersama anaknya. ”Tiba-tiba suami saya pingsan. Dan akhirnya dilarikan ke Puskesmas Ijen dan dirujuk ke RS dr Koesnadi ini,” katanya. (eko/hud/her/c1/hdi)

IKLAN

Reporter :

Fotografer :

Editor :