Jembatan Glagahwero Bikin Waswas

Dihitung-hitung, sudah dua bulan Jembatan Sungai Dinoyo di Desa Glagawero, Kecamatan Panti ini ambrol. Dan, sejak itu pula, kondisinya dibiarkan begitu saja. Oleh warga, hanya dipasang penanda berupa kayu yang dipasang melintang.
Sedang di bagian bawah, ada beberapa bambu yang sengaja dipasang untuk penyangga. Tentu saja, bambu-bambu itu sejatinya tak banyak bermanfaat. Mana kuat bambu yang hanya beberapa batang itu menopang jika air kembali menggerus dengan deras?
Kondisi itu tentu saja membuat para pengguna jalan yang melintas di atas jembatan tersebut waswas. Sebab, akibat ambrolnya jembatan, jalur menjadi sempit. Selain itu, masih sangat memungkinkan ambrolnya jembatan akan semakin melebar.
Lebih-lebih jalur itu merupakan penghubung antar desa. Sehingga, cukup banyak warga yang melintas di atas jembatan tersebut. Dan, tentu saja lalu lalangnya warga ini juga berpotensi membuat kondisi semakin parah. Apalagi jika yang melintas adalah mobil dengan beban berat.
Di sekitar jembatan, ada tambang pasir dan batu sungai. Nah, para penambang ini juga menggunakan jembatan tersebut untuk hilir mudik.
Sukarman warga Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari mengatakan, jembatan di Glagawero itu merupakan akses vital menuju Panti. Kata dia, jembatan itu ambrol saat Sungai Dinoyo banjir beberapa waktu lalu. “Memang, sebagian saja yang ambrol. Tapi, ini berbahaya, apalagi untuk roda empat,” katanya.
Hingga saat ini belum ada sentuhan perbaikan. Warga sekitar berharap, jembatan itu segara diperbaiki. “Jangan nunggu makin parah atau makan korban,’’ tambah Sukarman yang sering melintas di jembatan itu. (wan/ras)

IKLAN

Reporter :

Fotografer :

Editor :