alexametrics
30.3 C
Jember
Sunday, 9 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

Komputer Macet, Edit Ulang hingga Tertidur

Meski kegiatan banyak dan harus segera diselesaikan, menyalurkan hobi tetap dijalankan. Dua siswa MAN Lumajang ini, misalnya. Di tengah kesibukan mempersiapkan wisuda sekolah, hobi di dunia videografi tetap dinikmati. Hasilnya, mereka sukses juara nasional video pendek.

Mobile_AP_Top Banner
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dua siswa berpakaian Pramuka lengkap memandang layar komputer. Tangan siswa laki-laki itu sibuk mengoperasikan mouse. Sedangkan siswi satunya memberi arahan dengan menunjuk bagian layar. Mereka adalah Ahmad Bintang Hayiz Ridho dan Della Adenia Anggitasari.

Siswa yang duduk di bangku kelas sepuluh dan sebelas tersebut melihat ulang video hasil produksi mereka. Tak ada yang menyangka, video yang dibuat di awal tahun tersebut mengantarkan mereka menjadi juara. Tak tanggung-tanggung, tingkat nasional mereka sabet. “Tidak menyangka bisa juara. Padahal ikut lombanya juga iseng-iseng,” ungkap dara yang akrab disapa Della tersebut.

Dia mengatakan, video tersebut merupakan video lama yang disunting ulang untuk keperluan lomba dari OSIS MA Istiqlal, Jakarta. “Sebelumnya, video itu pernah kami ikutkan lomba di awal tahun ini. Tetapi tidak lolos. Padahal target kami, videonya bisa lolos dan jadi juara. Akhirnya, kami ikutkan di lomba video pendek dari Jakarta dengan memproduksi ulang dan menyunting di beberapa bagian,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Della menjelaskan, selama melakukan reproduksi dan sunting video, komputer yang digunakan mengalami gangguan. Akibatnya, mereka harus mengulang dari awal. “Kami bingung sudah menyunting banyak, tiba-tiba komputer macet. Kami tunggu ternyata tetap macet. Akhirnya komputer mati. Setelah nyala, file suntingan tidak tersimpan. Jadi, harus disunting dari awal lagi,” jelasnya.

Hayiz sebagai bagian tim juga ikut bingung. Oleh sebab itu, mereka meminta bantuan dari alumni untuk memberi solusi pembuatan video. “Bingung juga. Della menghubungi alumni dan meminta bantuan mereka. Setelah dapat arahan, kami bisa melanjutkan pengerjaan sunting video. Tapi, tetap saja tidak maksimal,” kata siswa asal Jogoyudan tersebut.

Dia mengungkapkan, kemampuan dalam dunia videografi masih awam. Sebab, selama ini mereka belajar secara autodidak melalui YouTube. “Belajarnya dari YouTube. Makanya, ketika kesulitan seperti kemarin itu kami menghubungi alumni dari klub multimedia. Mereka yang lebih mumpuni untuk membantu kami,” ungkapnya.

Proses reproduksi, lanjut Hayiz, penuh perjuangan. Dia sampai menginap di sekolah untuk menyelesaikan video pendeknya. “Della sampai larut malam di sekolah. Sedangkan saya harus menginap untuk menyelesaikannya,” tambahnya.

Perjuangan itu membuahkan hasil. Meski dalam proses pembuatan disibukkan dengan persiapan wisuda, mereka dapat menyelesaikannya sebelum hari terakhir pengiriman. “Senang, akhirnya jadi juara,” kata mereka kompak.

 

 

Jurnalis : mg2
Fotografer :
Redaktur : Hafid Asnan

- Advertisement -
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dua siswa berpakaian Pramuka lengkap memandang layar komputer. Tangan siswa laki-laki itu sibuk mengoperasikan mouse. Sedangkan siswi satunya memberi arahan dengan menunjuk bagian layar. Mereka adalah Ahmad Bintang Hayiz Ridho dan Della Adenia Anggitasari.

Siswa yang duduk di bangku kelas sepuluh dan sebelas tersebut melihat ulang video hasil produksi mereka. Tak ada yang menyangka, video yang dibuat di awal tahun tersebut mengantarkan mereka menjadi juara. Tak tanggung-tanggung, tingkat nasional mereka sabet. “Tidak menyangka bisa juara. Padahal ikut lombanya juga iseng-iseng,” ungkap dara yang akrab disapa Della tersebut.

Dia mengatakan, video tersebut merupakan video lama yang disunting ulang untuk keperluan lomba dari OSIS MA Istiqlal, Jakarta. “Sebelumnya, video itu pernah kami ikutkan lomba di awal tahun ini. Tetapi tidak lolos. Padahal target kami, videonya bisa lolos dan jadi juara. Akhirnya, kami ikutkan di lomba video pendek dari Jakarta dengan memproduksi ulang dan menyunting di beberapa bagian,” katanya.

Mobile_AP_Half Page

Della menjelaskan, selama melakukan reproduksi dan sunting video, komputer yang digunakan mengalami gangguan. Akibatnya, mereka harus mengulang dari awal. “Kami bingung sudah menyunting banyak, tiba-tiba komputer macet. Kami tunggu ternyata tetap macet. Akhirnya komputer mati. Setelah nyala, file suntingan tidak tersimpan. Jadi, harus disunting dari awal lagi,” jelasnya.

Hayiz sebagai bagian tim juga ikut bingung. Oleh sebab itu, mereka meminta bantuan dari alumni untuk memberi solusi pembuatan video. “Bingung juga. Della menghubungi alumni dan meminta bantuan mereka. Setelah dapat arahan, kami bisa melanjutkan pengerjaan sunting video. Tapi, tetap saja tidak maksimal,” kata siswa asal Jogoyudan tersebut.

Dia mengungkapkan, kemampuan dalam dunia videografi masih awam. Sebab, selama ini mereka belajar secara autodidak melalui YouTube. “Belajarnya dari YouTube. Makanya, ketika kesulitan seperti kemarin itu kami menghubungi alumni dari klub multimedia. Mereka yang lebih mumpuni untuk membantu kami,” ungkapnya.

Proses reproduksi, lanjut Hayiz, penuh perjuangan. Dia sampai menginap di sekolah untuk menyelesaikan video pendeknya. “Della sampai larut malam di sekolah. Sedangkan saya harus menginap untuk menyelesaikannya,” tambahnya.

Perjuangan itu membuahkan hasil. Meski dalam proses pembuatan disibukkan dengan persiapan wisuda, mereka dapat menyelesaikannya sebelum hari terakhir pengiriman. “Senang, akhirnya jadi juara,” kata mereka kompak.

 

 

Jurnalis : mg2
Fotografer :
Redaktur : Hafid Asnan

Desktop_AP_Leaderboard 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dua siswa berpakaian Pramuka lengkap memandang layar komputer. Tangan siswa laki-laki itu sibuk mengoperasikan mouse. Sedangkan siswi satunya memberi arahan dengan menunjuk bagian layar. Mereka adalah Ahmad Bintang Hayiz Ridho dan Della Adenia Anggitasari.

Siswa yang duduk di bangku kelas sepuluh dan sebelas tersebut melihat ulang video hasil produksi mereka. Tak ada yang menyangka, video yang dibuat di awal tahun tersebut mengantarkan mereka menjadi juara. Tak tanggung-tanggung, tingkat nasional mereka sabet. “Tidak menyangka bisa juara. Padahal ikut lombanya juga iseng-iseng,” ungkap dara yang akrab disapa Della tersebut.

Dia mengatakan, video tersebut merupakan video lama yang disunting ulang untuk keperluan lomba dari OSIS MA Istiqlal, Jakarta. “Sebelumnya, video itu pernah kami ikutkan lomba di awal tahun ini. Tetapi tidak lolos. Padahal target kami, videonya bisa lolos dan jadi juara. Akhirnya, kami ikutkan di lomba video pendek dari Jakarta dengan memproduksi ulang dan menyunting di beberapa bagian,” katanya.

Della menjelaskan, selama melakukan reproduksi dan sunting video, komputer yang digunakan mengalami gangguan. Akibatnya, mereka harus mengulang dari awal. “Kami bingung sudah menyunting banyak, tiba-tiba komputer macet. Kami tunggu ternyata tetap macet. Akhirnya komputer mati. Setelah nyala, file suntingan tidak tersimpan. Jadi, harus disunting dari awal lagi,” jelasnya.

Hayiz sebagai bagian tim juga ikut bingung. Oleh sebab itu, mereka meminta bantuan dari alumni untuk memberi solusi pembuatan video. “Bingung juga. Della menghubungi alumni dan meminta bantuan mereka. Setelah dapat arahan, kami bisa melanjutkan pengerjaan sunting video. Tapi, tetap saja tidak maksimal,” kata siswa asal Jogoyudan tersebut.

Dia mengungkapkan, kemampuan dalam dunia videografi masih awam. Sebab, selama ini mereka belajar secara autodidak melalui YouTube. “Belajarnya dari YouTube. Makanya, ketika kesulitan seperti kemarin itu kami menghubungi alumni dari klub multimedia. Mereka yang lebih mumpuni untuk membantu kami,” ungkapnya.

Proses reproduksi, lanjut Hayiz, penuh perjuangan. Dia sampai menginap di sekolah untuk menyelesaikan video pendeknya. “Della sampai larut malam di sekolah. Sedangkan saya harus menginap untuk menyelesaikannya,” tambahnya.

Perjuangan itu membuahkan hasil. Meski dalam proses pembuatan disibukkan dengan persiapan wisuda, mereka dapat menyelesaikannya sebelum hari terakhir pengiriman. “Senang, akhirnya jadi juara,” kata mereka kompak.

 

 

Jurnalis : mg2
Fotografer :
Redaktur : Hafid Asnan

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERKINI

Perketat dengan 5 Pos Penyekatan

Masih Megah Meski Tak Berfungsi

Hanya Dijual Lewat Daring

Kemangi, Kunci Wangi Alami

Desktop_AP_Half Page

Wajib Dibaca

Desktop_AP_Rectangle 2
×

Info!

Mau Langganan Koran, Info Iklan Cetak dan Iklan Online

× Info Langganan Koran