alexametrics
30.3 C
Jember
Sunday, 9 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

Bisnis Telekomunikasi di Daerah, Tak Sekadar Konektivitas

Mobile_AP_Top Banner
Mobile_AP_Rectangle 1

KALIWATES.RADARJEMBER.ID- Tahun 2020 kemarin, ekonomi Jember anjlok hingga minus 2,98 persen. Banyak sektor yang terpukul akibat badai pandemi. Kendati demikian, masih ada beberapa bidang usaha yang menunjukkan kenaikan. Sektor tersebut adalah usaha informasi dan telekomunikasi yang mencapai 10,02 persen, serta usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 9,29 persen.

Bidang usaha informasi dan telekomunikasi angkanya lebih tinggi ketimbang jasa kesehatan dan kegiatan sosial. Faktor ini banyak dipengaruhi oleh tumbuhnya kebutuhan masyarakat di bidang jasa itu. Terlebih, selama setahun terakhir proses pembelajaran berlangsung daring, dan beberapa perusahaan juga meminta karyawan mereka bekerja dari rumah. Inilah yang menjadi musabab kebutuhan masyarakat akan jasa telekomunikasi semakin meningkat.

Rupanya, peningkatan tersebut menjadi ceruk bisnis bagi operator telekomunikasi. Bahkan, mereka berlomba-lomba memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa pandemi dan Ramadan ini dengan meningkatkan kualitas layanan. Perusahaan operator tak hanya fokus pada konektivitas jaringan, tapi juga akses dan kecepatan. Selain itu, juga memperbaiki kualitas, sekaligus meningkatkan kapasitas layanan data bagi penggunanya. Salah satunya adalah Indosat Ooredoo.

Mobile_AP_Rectangle 2

SVP-Head of Region East Java & Bali Nusra Indosat Ooredoo Soejato Prasetya mengatakan, pihaknya telah menambah Base Transceiver Station (BTS) 4G pada beberapa area di wilayah Jember, Banyuwangi dan sekitarnya. Total lebih dari 100 BTS baru. Jumlah infrastruktur telekomunikasi itu masih akan bertambah tahun ini. “Peningkatan kapasitas layanan datanya sekitar 38 persen. Sehingga memungkinkan pelanggan untuk melakukan panggilan suara di jaringan 4G kami,” paparnya.

Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2018, secara nasional bisnis operator telekomunikasi masih dirajai oleh Telkomsel yang menguasai sekitar 43 persen. Menyusul di belakangnya Indosat Ooredoo 18,1 persen dan XL sekitar 18 persen. Dua posisi belakang adalah Tri dan Smarfren yang masing-masing mendapatkan 11,6 persen dan 2,6 persen. Apakah pangsa pasar secara nasional itu sama dengan di daerah?

Sales Area Jember Indosat Ooredoo Heru Wahyudi mengaku, angka secara nasional tersebut tak jauh berbeda dengan di daerah. Hanya saja, setiap kabupaten selisihnya beda-beda. Ada yang rentangnya cukup lebar dan ada yang sangat tipis. Wahyudi mencotohkan, untuk Banyuwangi, selisih market share antara Telkomsel dengan Indosat Ooredoo cukup lebar. Sedangkan untuk Jember berbeda tipis. “Untuk wilayah kerja area Jember, paling tipis ada di Bondowoso,” paparnya, ketika hadir dalam media briefing di salah satu rumah makan di Kaliwates, Jumat (16/4).

Menurut Wahyudi, pangsa pasar bisnis telekomunikasi di Jember masih terbuka luas. Karena wilayah dan jumlah penduduknya cukup besar. Untuk itu, Jember menjadi daerah yang penambahan BTS-nya paling banyak di antara kabupaten lain yang menjadi wilayah kerja Area Jember. Yakni, Jember, Banyuwangi, Bondosowo, dan Situbondo. “Dari sisi bisnis, layanan di Jember juga meningkat pada 2020 lalu. Meski sekitar dua sampai tiga persen,” jelasnya.

Dia pun optimistis, perusahaannya mampu menyusul para kompetitornya di daerah. Karena berdasarkan data Facebook Market Share, Indosat Ooredoo menguasai 30 persen dari pangsa pasar yang ada di Jember. Meski angka itu masih menempatkan pada posisi kedua, tapi selisih dengan kompitor teratas tak terpaut jauh. “Sedangkan rata-rata pengguna menghabiskan data antara 6-10 gigabite per bulan. Ini menjadikan Jember sebagai pasar yang potensial,” pungkasnya. (*)

Reporter: mg1

Fotografer: mg1

Editor: Mahrus Sholih

- Advertisement -
Mobile_AP_Rectangle 1

KALIWATES.RADARJEMBER.ID- Tahun 2020 kemarin, ekonomi Jember anjlok hingga minus 2,98 persen. Banyak sektor yang terpukul akibat badai pandemi. Kendati demikian, masih ada beberapa bidang usaha yang menunjukkan kenaikan. Sektor tersebut adalah usaha informasi dan telekomunikasi yang mencapai 10,02 persen, serta usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 9,29 persen.

Bidang usaha informasi dan telekomunikasi angkanya lebih tinggi ketimbang jasa kesehatan dan kegiatan sosial. Faktor ini banyak dipengaruhi oleh tumbuhnya kebutuhan masyarakat di bidang jasa itu. Terlebih, selama setahun terakhir proses pembelajaran berlangsung daring, dan beberapa perusahaan juga meminta karyawan mereka bekerja dari rumah. Inilah yang menjadi musabab kebutuhan masyarakat akan jasa telekomunikasi semakin meningkat.

Rupanya, peningkatan tersebut menjadi ceruk bisnis bagi operator telekomunikasi. Bahkan, mereka berlomba-lomba memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa pandemi dan Ramadan ini dengan meningkatkan kualitas layanan. Perusahaan operator tak hanya fokus pada konektivitas jaringan, tapi juga akses dan kecepatan. Selain itu, juga memperbaiki kualitas, sekaligus meningkatkan kapasitas layanan data bagi penggunanya. Salah satunya adalah Indosat Ooredoo.

Mobile_AP_Half Page

SVP-Head of Region East Java & Bali Nusra Indosat Ooredoo Soejato Prasetya mengatakan, pihaknya telah menambah Base Transceiver Station (BTS) 4G pada beberapa area di wilayah Jember, Banyuwangi dan sekitarnya. Total lebih dari 100 BTS baru. Jumlah infrastruktur telekomunikasi itu masih akan bertambah tahun ini. “Peningkatan kapasitas layanan datanya sekitar 38 persen. Sehingga memungkinkan pelanggan untuk melakukan panggilan suara di jaringan 4G kami,” paparnya.

Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2018, secara nasional bisnis operator telekomunikasi masih dirajai oleh Telkomsel yang menguasai sekitar 43 persen. Menyusul di belakangnya Indosat Ooredoo 18,1 persen dan XL sekitar 18 persen. Dua posisi belakang adalah Tri dan Smarfren yang masing-masing mendapatkan 11,6 persen dan 2,6 persen. Apakah pangsa pasar secara nasional itu sama dengan di daerah?

Sales Area Jember Indosat Ooredoo Heru Wahyudi mengaku, angka secara nasional tersebut tak jauh berbeda dengan di daerah. Hanya saja, setiap kabupaten selisihnya beda-beda. Ada yang rentangnya cukup lebar dan ada yang sangat tipis. Wahyudi mencotohkan, untuk Banyuwangi, selisih market share antara Telkomsel dengan Indosat Ooredoo cukup lebar. Sedangkan untuk Jember berbeda tipis. “Untuk wilayah kerja area Jember, paling tipis ada di Bondowoso,” paparnya, ketika hadir dalam media briefing di salah satu rumah makan di Kaliwates, Jumat (16/4).

Menurut Wahyudi, pangsa pasar bisnis telekomunikasi di Jember masih terbuka luas. Karena wilayah dan jumlah penduduknya cukup besar. Untuk itu, Jember menjadi daerah yang penambahan BTS-nya paling banyak di antara kabupaten lain yang menjadi wilayah kerja Area Jember. Yakni, Jember, Banyuwangi, Bondosowo, dan Situbondo. “Dari sisi bisnis, layanan di Jember juga meningkat pada 2020 lalu. Meski sekitar dua sampai tiga persen,” jelasnya.

Dia pun optimistis, perusahaannya mampu menyusul para kompetitornya di daerah. Karena berdasarkan data Facebook Market Share, Indosat Ooredoo menguasai 30 persen dari pangsa pasar yang ada di Jember. Meski angka itu masih menempatkan pada posisi kedua, tapi selisih dengan kompitor teratas tak terpaut jauh. “Sedangkan rata-rata pengguna menghabiskan data antara 6-10 gigabite per bulan. Ini menjadikan Jember sebagai pasar yang potensial,” pungkasnya. (*)

Reporter: mg1

Fotografer: mg1

Editor: Mahrus Sholih

Desktop_AP_Leaderboard 1

KALIWATES.RADARJEMBER.ID- Tahun 2020 kemarin, ekonomi Jember anjlok hingga minus 2,98 persen. Banyak sektor yang terpukul akibat badai pandemi. Kendati demikian, masih ada beberapa bidang usaha yang menunjukkan kenaikan. Sektor tersebut adalah usaha informasi dan telekomunikasi yang mencapai 10,02 persen, serta usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 9,29 persen.

Bidang usaha informasi dan telekomunikasi angkanya lebih tinggi ketimbang jasa kesehatan dan kegiatan sosial. Faktor ini banyak dipengaruhi oleh tumbuhnya kebutuhan masyarakat di bidang jasa itu. Terlebih, selama setahun terakhir proses pembelajaran berlangsung daring, dan beberapa perusahaan juga meminta karyawan mereka bekerja dari rumah. Inilah yang menjadi musabab kebutuhan masyarakat akan jasa telekomunikasi semakin meningkat.

Rupanya, peningkatan tersebut menjadi ceruk bisnis bagi operator telekomunikasi. Bahkan, mereka berlomba-lomba memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa pandemi dan Ramadan ini dengan meningkatkan kualitas layanan. Perusahaan operator tak hanya fokus pada konektivitas jaringan, tapi juga akses dan kecepatan. Selain itu, juga memperbaiki kualitas, sekaligus meningkatkan kapasitas layanan data bagi penggunanya. Salah satunya adalah Indosat Ooredoo.

SVP-Head of Region East Java & Bali Nusra Indosat Ooredoo Soejato Prasetya mengatakan, pihaknya telah menambah Base Transceiver Station (BTS) 4G pada beberapa area di wilayah Jember, Banyuwangi dan sekitarnya. Total lebih dari 100 BTS baru. Jumlah infrastruktur telekomunikasi itu masih akan bertambah tahun ini. “Peningkatan kapasitas layanan datanya sekitar 38 persen. Sehingga memungkinkan pelanggan untuk melakukan panggilan suara di jaringan 4G kami,” paparnya.

Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2018, secara nasional bisnis operator telekomunikasi masih dirajai oleh Telkomsel yang menguasai sekitar 43 persen. Menyusul di belakangnya Indosat Ooredoo 18,1 persen dan XL sekitar 18 persen. Dua posisi belakang adalah Tri dan Smarfren yang masing-masing mendapatkan 11,6 persen dan 2,6 persen. Apakah pangsa pasar secara nasional itu sama dengan di daerah?

Sales Area Jember Indosat Ooredoo Heru Wahyudi mengaku, angka secara nasional tersebut tak jauh berbeda dengan di daerah. Hanya saja, setiap kabupaten selisihnya beda-beda. Ada yang rentangnya cukup lebar dan ada yang sangat tipis. Wahyudi mencotohkan, untuk Banyuwangi, selisih market share antara Telkomsel dengan Indosat Ooredoo cukup lebar. Sedangkan untuk Jember berbeda tipis. “Untuk wilayah kerja area Jember, paling tipis ada di Bondowoso,” paparnya, ketika hadir dalam media briefing di salah satu rumah makan di Kaliwates, Jumat (16/4).

Menurut Wahyudi, pangsa pasar bisnis telekomunikasi di Jember masih terbuka luas. Karena wilayah dan jumlah penduduknya cukup besar. Untuk itu, Jember menjadi daerah yang penambahan BTS-nya paling banyak di antara kabupaten lain yang menjadi wilayah kerja Area Jember. Yakni, Jember, Banyuwangi, Bondosowo, dan Situbondo. “Dari sisi bisnis, layanan di Jember juga meningkat pada 2020 lalu. Meski sekitar dua sampai tiga persen,” jelasnya.

Dia pun optimistis, perusahaannya mampu menyusul para kompetitornya di daerah. Karena berdasarkan data Facebook Market Share, Indosat Ooredoo menguasai 30 persen dari pangsa pasar yang ada di Jember. Meski angka itu masih menempatkan pada posisi kedua, tapi selisih dengan kompitor teratas tak terpaut jauh. “Sedangkan rata-rata pengguna menghabiskan data antara 6-10 gigabite per bulan. Ini menjadikan Jember sebagai pasar yang potensial,” pungkasnya. (*)

Reporter: mg1

Fotografer: mg1

Editor: Mahrus Sholih

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERKINI

Perketat dengan 5 Pos Penyekatan

Masih Megah Meski Tak Berfungsi

Hanya Dijual Lewat Daring

Kemangi, Kunci Wangi Alami

Desktop_AP_Half Page

Wajib Dibaca

Desktop_AP_Rectangle 2
×

Info!

Mau Langganan Koran, Info Iklan Cetak dan Iklan Online

× Info Langganan Koran