alexametrics
30.3 C
Jember
Sunday, 9 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

Puger Bakal Miliki Pelabuhan Umum

Mobile_AP_Top Banner
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kawasan selatan menjadi satu-satunya daerah yang memiliki potensi kelautan di Jember. Bahkan ke depan, wilayah selatan Jember tersebut tidak hanya menyuguhkan wisata ataupun pelabuhan perikanan semata. Sebab, Kementerian Perhubungan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim membidik Puger menjadi pelabuhan umum.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim di Jember Agus Wijaya mengakui bahwa ada rencana besar dari Kementerian Perhubungan untuk Jember. Yaitu, tentang pembangunan pelabuhan di kawasan Puger. “Bukan pelabuhan perikanan, tapi pelabuhan umum. Mungkin pelabuhan barang dulu, untuk penumpang menyusul,” paparnya.

Dia menambahkan, kemungkinan besar perencanaan pembangunan dimulai pada 2022 mendatang. Sementara itu, saat ini tahapan-tahapan sosialisasi ke masyarakat, terutama ke nelayan Puger, telah dilakukan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sepengetahuan Agus, kehadiran pelabuhan umum di Puger tersebut tidak akan mengganggu aktivitas nelayan yang menggantungkan mata pencariannya di Pelabuhan Perikanan Puger. “Pelabuhan perikanan tidak dipindah, tapi akan tetap ada di Puger,” jelasnya.

Oleh karena itu, kata dia, Puger ke depan ada dua pelabuhan, yaitu pelabuhan perikanan dan umum. Sehingga, nanti kapal-kapal besar muatan barang akan masuk ke Puger. Sementara itu, yang tertuang di LPSE Provinsi Jatim, ada proyek pada tahun 2021, yakni pengawasan pembangunan pelabuhan perikanan Puger dengan nilai Rp 270 juta.

Dia mengatakan, adanya pelabuhan tersebut tentu saja akan mengurangi beban jalan sehingga kepadatan jalan bisa terurai. Sebab, produksi semen yang berada di Puger itu memakai jalur darat dalam distribusinya. Adanya pelabuhan di Puger nanti, disebutnya akan berdampak besar bagi perekonomian. Bahkan, menurut Agus, ke depan wilayah selatan menjadi salah satu pengungkit bangkitnya ekonomi di Jatim.

Sepengetahuan Agus, pelabuhan umum di Puger itu juga menghubungkan pelabuhan di Trenggalek. Selain itu, juga ke Nusa Tenggara Barat (NTB). “Mungkin nanti rutenya kapal dari Trenggalek berhenti di Puger angkut semen, ke Banyuwangi, hingga ke NTB,” jelasnya.

Sebelumnya, pelabuhan baru di Jember tidak hanya di Puger, tapi juga ada rencana di Watu Ulo, Ambulu, sebagai pelabuhan perikanan. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jatim Mohammad Gunawan Saleh. Dia menjelaskan, memilih pelabuhan baru di Watu Ulo tidak lain karena Puger lokasinya sudah terlalu padat dengan perahu nelayan. “Puger sudah jenuh. Jadi, di Watu Ulo rencananya nanti lebih besar lagi dari pelabuhan di Puger,” ungkapnya.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memiliki rencana pembangunan 1.321 hingga 2.037 lokasi pelabuhan. Hal itu akan diintegrasikan dengan kawasan industri. Bahkan, rencana besar itu telah tertuang dalam rencana induk pelabuhan nasional yang ditetapkan sejak 2017 lalu. Salah satu tujuan pelabuhan itu untuk menekan biaya logistik pengiriman barang.

 

 

Jurnalis : Dwi Siswanto
Fotografer : Jumai
Redaktur : Mahrus Sholih

- Advertisement -
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kawasan selatan menjadi satu-satunya daerah yang memiliki potensi kelautan di Jember. Bahkan ke depan, wilayah selatan Jember tersebut tidak hanya menyuguhkan wisata ataupun pelabuhan perikanan semata. Sebab, Kementerian Perhubungan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim membidik Puger menjadi pelabuhan umum.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim di Jember Agus Wijaya mengakui bahwa ada rencana besar dari Kementerian Perhubungan untuk Jember. Yaitu, tentang pembangunan pelabuhan di kawasan Puger. “Bukan pelabuhan perikanan, tapi pelabuhan umum. Mungkin pelabuhan barang dulu, untuk penumpang menyusul,” paparnya.

Dia menambahkan, kemungkinan besar perencanaan pembangunan dimulai pada 2022 mendatang. Sementara itu, saat ini tahapan-tahapan sosialisasi ke masyarakat, terutama ke nelayan Puger, telah dilakukan.

Mobile_AP_Half Page

Sepengetahuan Agus, kehadiran pelabuhan umum di Puger tersebut tidak akan mengganggu aktivitas nelayan yang menggantungkan mata pencariannya di Pelabuhan Perikanan Puger. “Pelabuhan perikanan tidak dipindah, tapi akan tetap ada di Puger,” jelasnya.

Oleh karena itu, kata dia, Puger ke depan ada dua pelabuhan, yaitu pelabuhan perikanan dan umum. Sehingga, nanti kapal-kapal besar muatan barang akan masuk ke Puger. Sementara itu, yang tertuang di LPSE Provinsi Jatim, ada proyek pada tahun 2021, yakni pengawasan pembangunan pelabuhan perikanan Puger dengan nilai Rp 270 juta.

Dia mengatakan, adanya pelabuhan tersebut tentu saja akan mengurangi beban jalan sehingga kepadatan jalan bisa terurai. Sebab, produksi semen yang berada di Puger itu memakai jalur darat dalam distribusinya. Adanya pelabuhan di Puger nanti, disebutnya akan berdampak besar bagi perekonomian. Bahkan, menurut Agus, ke depan wilayah selatan menjadi salah satu pengungkit bangkitnya ekonomi di Jatim.

Sepengetahuan Agus, pelabuhan umum di Puger itu juga menghubungkan pelabuhan di Trenggalek. Selain itu, juga ke Nusa Tenggara Barat (NTB). “Mungkin nanti rutenya kapal dari Trenggalek berhenti di Puger angkut semen, ke Banyuwangi, hingga ke NTB,” jelasnya.

Sebelumnya, pelabuhan baru di Jember tidak hanya di Puger, tapi juga ada rencana di Watu Ulo, Ambulu, sebagai pelabuhan perikanan. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jatim Mohammad Gunawan Saleh. Dia menjelaskan, memilih pelabuhan baru di Watu Ulo tidak lain karena Puger lokasinya sudah terlalu padat dengan perahu nelayan. “Puger sudah jenuh. Jadi, di Watu Ulo rencananya nanti lebih besar lagi dari pelabuhan di Puger,” ungkapnya.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memiliki rencana pembangunan 1.321 hingga 2.037 lokasi pelabuhan. Hal itu akan diintegrasikan dengan kawasan industri. Bahkan, rencana besar itu telah tertuang dalam rencana induk pelabuhan nasional yang ditetapkan sejak 2017 lalu. Salah satu tujuan pelabuhan itu untuk menekan biaya logistik pengiriman barang.

 

 

Jurnalis : Dwi Siswanto
Fotografer : Jumai
Redaktur : Mahrus Sholih

Desktop_AP_Leaderboard 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kawasan selatan menjadi satu-satunya daerah yang memiliki potensi kelautan di Jember. Bahkan ke depan, wilayah selatan Jember tersebut tidak hanya menyuguhkan wisata ataupun pelabuhan perikanan semata. Sebab, Kementerian Perhubungan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim membidik Puger menjadi pelabuhan umum.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim di Jember Agus Wijaya mengakui bahwa ada rencana besar dari Kementerian Perhubungan untuk Jember. Yaitu, tentang pembangunan pelabuhan di kawasan Puger. “Bukan pelabuhan perikanan, tapi pelabuhan umum. Mungkin pelabuhan barang dulu, untuk penumpang menyusul,” paparnya.

Dia menambahkan, kemungkinan besar perencanaan pembangunan dimulai pada 2022 mendatang. Sementara itu, saat ini tahapan-tahapan sosialisasi ke masyarakat, terutama ke nelayan Puger, telah dilakukan.

Sepengetahuan Agus, kehadiran pelabuhan umum di Puger tersebut tidak akan mengganggu aktivitas nelayan yang menggantungkan mata pencariannya di Pelabuhan Perikanan Puger. “Pelabuhan perikanan tidak dipindah, tapi akan tetap ada di Puger,” jelasnya.

Oleh karena itu, kata dia, Puger ke depan ada dua pelabuhan, yaitu pelabuhan perikanan dan umum. Sehingga, nanti kapal-kapal besar muatan barang akan masuk ke Puger. Sementara itu, yang tertuang di LPSE Provinsi Jatim, ada proyek pada tahun 2021, yakni pengawasan pembangunan pelabuhan perikanan Puger dengan nilai Rp 270 juta.

Dia mengatakan, adanya pelabuhan tersebut tentu saja akan mengurangi beban jalan sehingga kepadatan jalan bisa terurai. Sebab, produksi semen yang berada di Puger itu memakai jalur darat dalam distribusinya. Adanya pelabuhan di Puger nanti, disebutnya akan berdampak besar bagi perekonomian. Bahkan, menurut Agus, ke depan wilayah selatan menjadi salah satu pengungkit bangkitnya ekonomi di Jatim.

Sepengetahuan Agus, pelabuhan umum di Puger itu juga menghubungkan pelabuhan di Trenggalek. Selain itu, juga ke Nusa Tenggara Barat (NTB). “Mungkin nanti rutenya kapal dari Trenggalek berhenti di Puger angkut semen, ke Banyuwangi, hingga ke NTB,” jelasnya.

Sebelumnya, pelabuhan baru di Jember tidak hanya di Puger, tapi juga ada rencana di Watu Ulo, Ambulu, sebagai pelabuhan perikanan. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jatim Mohammad Gunawan Saleh. Dia menjelaskan, memilih pelabuhan baru di Watu Ulo tidak lain karena Puger lokasinya sudah terlalu padat dengan perahu nelayan. “Puger sudah jenuh. Jadi, di Watu Ulo rencananya nanti lebih besar lagi dari pelabuhan di Puger,” ungkapnya.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memiliki rencana pembangunan 1.321 hingga 2.037 lokasi pelabuhan. Hal itu akan diintegrasikan dengan kawasan industri. Bahkan, rencana besar itu telah tertuang dalam rencana induk pelabuhan nasional yang ditetapkan sejak 2017 lalu. Salah satu tujuan pelabuhan itu untuk menekan biaya logistik pengiriman barang.

 

 

Jurnalis : Dwi Siswanto
Fotografer : Jumai
Redaktur : Mahrus Sholih

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERKINI

Desktop_AP_Half Page

Wajib Dibaca

Desktop_AP_Rectangle 2
×

Info!

Mau Langganan Koran, Info Iklan Cetak dan Iklan Online

× Info Langganan Koran