alexametrics
30.3 C
Jember
Sunday, 9 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

Petani Khawatir Serapan Gabah Melemah

Mobile_AP_Top Banner
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Musim panen padi sudah mulai tiba. Di sejumlah areal persawahan, banyak petani yang mulai memanen tanaman padi mereka. Namun, tidak sedikit pula lahan persawahan yang masih dalam masa perawatan.

Kendati masa panen musim ini tidak serentak, kekhawatiran para petani sepertinya sama, yakni soal serapan gabah mereka. “Kami sudah kelimpungan karena pupuk langka, kemarin. Kalau harga jualnya sulit juga, tentu rugi besar,” ungkap Riyanto, petani yang tengah panen padi saat itu.

Kekhawatiran petani itu jelas muncul bukan tanpa sebab. Selain mereka sempat dibikin ketar-ketir karena kesulitan mendapat pupuk subsidi, kini wacana impor beras oleh pemerintah sudah banyak didengar para pahlawan pangan ini. Bahkan, tidak sedikit petani yang mengharapkan adanya jaminan terhadap gabah mereka. “Semoga pemerintah juga memperhatikan serapan gabah dari petani ini,” imbuhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, ditemui terpisah, Bupati Jember Hendy Siswanto saat mendatangi penyerahan sertifikat tanah di Desa/Kecamatan Gumukmas, mengatakan, pertanian menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah pasca-ditetapkannya APBD Jember.

Menurut Hendy, disetujuinya APBD Jember tahun ini bisa menjadi angin segar untuk masyarakat Jember. Termasuk para petani yang masuk sebagai prioritas utama. “Pertanian ini menjadi prioritas kedua kami, setelah infrastruktur,” katanya kepada awak media, kemarin.

Pihaknya mengakui, paceklik yang melanda petani di Jember hari ini kerap dikeluhkan. Karenanya, Hendy akan menjamin stabilitas harga komoditas pertanian, khususnya gabah, hingga Ramadan mendatang. “Kami akan kumpulkan beberapa teman-teman agar harga ini bisa stabil dan bisa terus memasok kebutuhan petani hingga Ramadan nanti,” jelasnya.

Selain menyatakan akan memberikan jaminan serapan hasil pertanian, Hendy juga memberikan kemudahan untuk mendapatkan pupuk subsidi. Kendati begitu, dia belum memaparkan secara detail seperti apa bentuk dan upaya selanjutnya. Sebab, Ramadan tinggal menghitung hari, dan masa panen padi petani sudah mulai masif dilakukan di banyak tempat di Jember.

 

 

Jurnalis : Maulana
Fotografer : Maulana
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Musim panen padi sudah mulai tiba. Di sejumlah areal persawahan, banyak petani yang mulai memanen tanaman padi mereka. Namun, tidak sedikit pula lahan persawahan yang masih dalam masa perawatan.

Kendati masa panen musim ini tidak serentak, kekhawatiran para petani sepertinya sama, yakni soal serapan gabah mereka. “Kami sudah kelimpungan karena pupuk langka, kemarin. Kalau harga jualnya sulit juga, tentu rugi besar,” ungkap Riyanto, petani yang tengah panen padi saat itu.

Kekhawatiran petani itu jelas muncul bukan tanpa sebab. Selain mereka sempat dibikin ketar-ketir karena kesulitan mendapat pupuk subsidi, kini wacana impor beras oleh pemerintah sudah banyak didengar para pahlawan pangan ini. Bahkan, tidak sedikit petani yang mengharapkan adanya jaminan terhadap gabah mereka. “Semoga pemerintah juga memperhatikan serapan gabah dari petani ini,” imbuhnya.

Mobile_AP_Half Page

Sementara itu, ditemui terpisah, Bupati Jember Hendy Siswanto saat mendatangi penyerahan sertifikat tanah di Desa/Kecamatan Gumukmas, mengatakan, pertanian menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah pasca-ditetapkannya APBD Jember.

Menurut Hendy, disetujuinya APBD Jember tahun ini bisa menjadi angin segar untuk masyarakat Jember. Termasuk para petani yang masuk sebagai prioritas utama. “Pertanian ini menjadi prioritas kedua kami, setelah infrastruktur,” katanya kepada awak media, kemarin.

Pihaknya mengakui, paceklik yang melanda petani di Jember hari ini kerap dikeluhkan. Karenanya, Hendy akan menjamin stabilitas harga komoditas pertanian, khususnya gabah, hingga Ramadan mendatang. “Kami akan kumpulkan beberapa teman-teman agar harga ini bisa stabil dan bisa terus memasok kebutuhan petani hingga Ramadan nanti,” jelasnya.

Selain menyatakan akan memberikan jaminan serapan hasil pertanian, Hendy juga memberikan kemudahan untuk mendapatkan pupuk subsidi. Kendati begitu, dia belum memaparkan secara detail seperti apa bentuk dan upaya selanjutnya. Sebab, Ramadan tinggal menghitung hari, dan masa panen padi petani sudah mulai masif dilakukan di banyak tempat di Jember.

 

 

Jurnalis : Maulana
Fotografer : Maulana
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

Desktop_AP_Leaderboard 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Musim panen padi sudah mulai tiba. Di sejumlah areal persawahan, banyak petani yang mulai memanen tanaman padi mereka. Namun, tidak sedikit pula lahan persawahan yang masih dalam masa perawatan.

Kendati masa panen musim ini tidak serentak, kekhawatiran para petani sepertinya sama, yakni soal serapan gabah mereka. “Kami sudah kelimpungan karena pupuk langka, kemarin. Kalau harga jualnya sulit juga, tentu rugi besar,” ungkap Riyanto, petani yang tengah panen padi saat itu.

Kekhawatiran petani itu jelas muncul bukan tanpa sebab. Selain mereka sempat dibikin ketar-ketir karena kesulitan mendapat pupuk subsidi, kini wacana impor beras oleh pemerintah sudah banyak didengar para pahlawan pangan ini. Bahkan, tidak sedikit petani yang mengharapkan adanya jaminan terhadap gabah mereka. “Semoga pemerintah juga memperhatikan serapan gabah dari petani ini,” imbuhnya.

Sementara itu, ditemui terpisah, Bupati Jember Hendy Siswanto saat mendatangi penyerahan sertifikat tanah di Desa/Kecamatan Gumukmas, mengatakan, pertanian menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah pasca-ditetapkannya APBD Jember.

Menurut Hendy, disetujuinya APBD Jember tahun ini bisa menjadi angin segar untuk masyarakat Jember. Termasuk para petani yang masuk sebagai prioritas utama. “Pertanian ini menjadi prioritas kedua kami, setelah infrastruktur,” katanya kepada awak media, kemarin.

Pihaknya mengakui, paceklik yang melanda petani di Jember hari ini kerap dikeluhkan. Karenanya, Hendy akan menjamin stabilitas harga komoditas pertanian, khususnya gabah, hingga Ramadan mendatang. “Kami akan kumpulkan beberapa teman-teman agar harga ini bisa stabil dan bisa terus memasok kebutuhan petani hingga Ramadan nanti,” jelasnya.

Selain menyatakan akan memberikan jaminan serapan hasil pertanian, Hendy juga memberikan kemudahan untuk mendapatkan pupuk subsidi. Kendati begitu, dia belum memaparkan secara detail seperti apa bentuk dan upaya selanjutnya. Sebab, Ramadan tinggal menghitung hari, dan masa panen padi petani sudah mulai masif dilakukan di banyak tempat di Jember.

 

 

Jurnalis : Maulana
Fotografer : Maulana
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERKINI

Perketat dengan 5 Pos Penyekatan

Masih Megah Meski Tak Berfungsi

Hanya Dijual Lewat Daring

Desktop_AP_Half Page

Wajib Dibaca

Desktop_AP_Rectangle 2
×

Info!

Mau Langganan Koran, Info Iklan Cetak dan Iklan Online

× Info Langganan Koran