alexametrics
30.3 C
Jember
Sunday, 9 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

Santri Boleh Mudik, Tracing Diperketat

Mobile_AP_Top Banner
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Larangan mudik telah digaungkan pemerintah untuk menekan persebaran Covid-19. Baik pemerintah pusat, provinsi, maupun pemerintah daerah. Hal tersebut sejurus dengan larangan Lebaran sebelumnya, mengingat pandemi Covid-19 masih ada di Kabupaten Jember.

Namun, berlainan dengan itu, Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa justru mengizinkan para santri untuk mudik. Pihaknya memberikan dispensasi dengan mengizinkan para santri pondok pesantren di Jatim mudik saat Lebaran. Menurut mantan Menteri Sosial (Mensos) tersebut, para santri itu memang harus dipulangkan. Sebab, sudah tak ada lagi kegiatan di pesantren lantaran memasuki masa libur Lebaran Idul Fitri.

Lalu, apakah itu memungkinkan, mengingat pandemi Covid-19 di luar Kabupaten Jember juga masih eksis? Berdasarkan data Satgas Covid-19 Jatim, Kabupaten Banyuwangi menjadi kabupaten Sekarkijang yang memiliki jumlah pasien paling banyak. Yakni sebanyak 135 pasien. Sementara itu, hal serupa juga terjadi di kabupaten lain. Yakni, Kabupaten Lumajang (6), Probolinggo (12), Bondowoso (6), dan Kabupaten Situbondo (6).

Mobile_AP_Rectangle 2

Tidak tertutup kemungkinan, para santri yang berasal dari keenam kabupaten itu bisa menjadi penyumbang kasus korona di lingkungan ponpes. Belum lagi, kasus tingkat nasional juga terus berkembang.

Menindaklanjuti hal tersebut, Bupati Jember Hendy Siswanto menerangkan bahwa pihaknya juga bakal mengikuti arahan pemerintah pusat dan provinsi dengan memberikan izin supaya para santri di Kabupaten Jember bisa mudik.

“Tentu, kami akan kawal terus. Yakni, dengan melakukan tracing para santri tersebut,” jelas Hendy. Artinya, setibanya para santri tersebut di Kota Suwar-Suwir, pihaknya bakal melakukan pengecekan kesehatan seperti tahun sebelumnya.

Menurut dia, hal serupa juga dilakukan pada pekerja migran yang baru pulang dari luar negeri. “Kami data mereka dari desa atau kelurahan apa, lalu melibatkan RT dan RW,” lanjutnya.

Nanti, Hendy juga bakal berupaya untuk melakukan berbagai langkah preventif. Pihaknya berharap para santri itu terus menerapkan protokol kesehatan di kampungnya masing-masing. Dengan begitu, tidak terpapar dan membawa penyakit saat kembali ke Jember.

 

 

Jurnalis : Isnein Purnomo
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Larangan mudik telah digaungkan pemerintah untuk menekan persebaran Covid-19. Baik pemerintah pusat, provinsi, maupun pemerintah daerah. Hal tersebut sejurus dengan larangan Lebaran sebelumnya, mengingat pandemi Covid-19 masih ada di Kabupaten Jember.

Namun, berlainan dengan itu, Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa justru mengizinkan para santri untuk mudik. Pihaknya memberikan dispensasi dengan mengizinkan para santri pondok pesantren di Jatim mudik saat Lebaran. Menurut mantan Menteri Sosial (Mensos) tersebut, para santri itu memang harus dipulangkan. Sebab, sudah tak ada lagi kegiatan di pesantren lantaran memasuki masa libur Lebaran Idul Fitri.

Lalu, apakah itu memungkinkan, mengingat pandemi Covid-19 di luar Kabupaten Jember juga masih eksis? Berdasarkan data Satgas Covid-19 Jatim, Kabupaten Banyuwangi menjadi kabupaten Sekarkijang yang memiliki jumlah pasien paling banyak. Yakni sebanyak 135 pasien. Sementara itu, hal serupa juga terjadi di kabupaten lain. Yakni, Kabupaten Lumajang (6), Probolinggo (12), Bondowoso (6), dan Kabupaten Situbondo (6).

Mobile_AP_Half Page

Tidak tertutup kemungkinan, para santri yang berasal dari keenam kabupaten itu bisa menjadi penyumbang kasus korona di lingkungan ponpes. Belum lagi, kasus tingkat nasional juga terus berkembang.

Menindaklanjuti hal tersebut, Bupati Jember Hendy Siswanto menerangkan bahwa pihaknya juga bakal mengikuti arahan pemerintah pusat dan provinsi dengan memberikan izin supaya para santri di Kabupaten Jember bisa mudik.

“Tentu, kami akan kawal terus. Yakni, dengan melakukan tracing para santri tersebut,” jelas Hendy. Artinya, setibanya para santri tersebut di Kota Suwar-Suwir, pihaknya bakal melakukan pengecekan kesehatan seperti tahun sebelumnya.

Menurut dia, hal serupa juga dilakukan pada pekerja migran yang baru pulang dari luar negeri. “Kami data mereka dari desa atau kelurahan apa, lalu melibatkan RT dan RW,” lanjutnya.

Nanti, Hendy juga bakal berupaya untuk melakukan berbagai langkah preventif. Pihaknya berharap para santri itu terus menerapkan protokol kesehatan di kampungnya masing-masing. Dengan begitu, tidak terpapar dan membawa penyakit saat kembali ke Jember.

 

 

Jurnalis : Isnein Purnomo
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

Desktop_AP_Leaderboard 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Larangan mudik telah digaungkan pemerintah untuk menekan persebaran Covid-19. Baik pemerintah pusat, provinsi, maupun pemerintah daerah. Hal tersebut sejurus dengan larangan Lebaran sebelumnya, mengingat pandemi Covid-19 masih ada di Kabupaten Jember.

Namun, berlainan dengan itu, Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa justru mengizinkan para santri untuk mudik. Pihaknya memberikan dispensasi dengan mengizinkan para santri pondok pesantren di Jatim mudik saat Lebaran. Menurut mantan Menteri Sosial (Mensos) tersebut, para santri itu memang harus dipulangkan. Sebab, sudah tak ada lagi kegiatan di pesantren lantaran memasuki masa libur Lebaran Idul Fitri.

Lalu, apakah itu memungkinkan, mengingat pandemi Covid-19 di luar Kabupaten Jember juga masih eksis? Berdasarkan data Satgas Covid-19 Jatim, Kabupaten Banyuwangi menjadi kabupaten Sekarkijang yang memiliki jumlah pasien paling banyak. Yakni sebanyak 135 pasien. Sementara itu, hal serupa juga terjadi di kabupaten lain. Yakni, Kabupaten Lumajang (6), Probolinggo (12), Bondowoso (6), dan Kabupaten Situbondo (6).

Tidak tertutup kemungkinan, para santri yang berasal dari keenam kabupaten itu bisa menjadi penyumbang kasus korona di lingkungan ponpes. Belum lagi, kasus tingkat nasional juga terus berkembang.

Menindaklanjuti hal tersebut, Bupati Jember Hendy Siswanto menerangkan bahwa pihaknya juga bakal mengikuti arahan pemerintah pusat dan provinsi dengan memberikan izin supaya para santri di Kabupaten Jember bisa mudik.

“Tentu, kami akan kawal terus. Yakni, dengan melakukan tracing para santri tersebut,” jelas Hendy. Artinya, setibanya para santri tersebut di Kota Suwar-Suwir, pihaknya bakal melakukan pengecekan kesehatan seperti tahun sebelumnya.

Menurut dia, hal serupa juga dilakukan pada pekerja migran yang baru pulang dari luar negeri. “Kami data mereka dari desa atau kelurahan apa, lalu melibatkan RT dan RW,” lanjutnya.

Nanti, Hendy juga bakal berupaya untuk melakukan berbagai langkah preventif. Pihaknya berharap para santri itu terus menerapkan protokol kesehatan di kampungnya masing-masing. Dengan begitu, tidak terpapar dan membawa penyakit saat kembali ke Jember.

 

 

Jurnalis : Isnein Purnomo
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERKINI

Perketat dengan 5 Pos Penyekatan

Masih Megah Meski Tak Berfungsi

Hanya Dijual Lewat Daring

Kemangi, Kunci Wangi Alami

Desktop_AP_Half Page

Wajib Dibaca

Desktop_AP_Rectangle 2
×

Info!

Mau Langganan Koran, Info Iklan Cetak dan Iklan Online

× Info Langganan Koran