alexametrics
30.3 C
Jember
Sunday, 9 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

Bus Mandek, Angkudes Masih Beroperasi

Mobile_AP_Top Banner
Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP) yang beroperasi di Terminal Bondowoso dalam Lebaran kali ini sudah bersiap tak melayani naik turunnya penumpang. Larangan mudik jilid dua di masa pandemi Covid-19 ini membuat satu-satunya transportasi umum di Bondowoso itu harus parkir lebih cepat.

Namun, berbeda dengan bus AKAP dan AKDP itu, satu-satunya angkutan umum di Bondowoso, yakni angkutan desa (angkudes) diprediksi masih tetap melayani trayek yang ada. Hal itu dibenarkan oleh Aries Agung Sungkowo, Kepala DLHP, seusai rapat kerja (raker) di kantor pemkab, kemarin. “Kalau untuk angkudes masih tetap jalan nanti (Hari Raya Lebaran, Red),” ujar Agung.

Meski begitu, dirinya tetap mengimbau agar warga Bondowoso tidak mudik Lebaran, tahun ini. Sebagaimana anjuran pemerintah pusat mengenai larangan mudik tahun 2021. Di sisi lain, perjalanan warga Bondowoso yang tetap berada di wilayah aglomerasi, atau kota/kabupaten yang berhubungan dalam satu wilayah, tetap harus memiliki tujuan yang jelas.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Untuk warga yang ingin berpergian di wilayah aglomerasi tetap harus memiliki izin surat perjalanan dari instansi terkait. Karena ada beberapa syaratnya. Tidak dibuat untuk mudik,” imbuh Agung.

Sebagai informasi, angkudes yang tersisa di Bondowoso hanya ada tiga rute trayek. Tiga rute trayek itu di antaranya Bondowoso-Tamanan, Bondowoso-Pujer-Tlogosari, dan Bondowoso-Ijen. Lebih jauh, Bayu mengatakan bahwa tiga trayek itu masih diminati penumpang tiap harinya. Meskipun armada yang beroperasi tidak dalam jumlah banyak.

“Seperti trayek menuju Ijen, masih ada angkudes yang jalan. Dengan armada mobilnya elf. Mereka tetap bertahan karena sudah memiliki penumpang tetap dari beberapa desa,” beber Bayu Aji Prabowo, Kepala Seksi (Kasi) Angkutan Orang dan Barang DLHP.

Dalam sehari, sekitar sepuluh armada elf melayani rute Bondowoso kota menuju kawasan Ijen. “Kalau rute lainnya hanya satu atau dua armada saja. Sekarang ini Bondowoso belum punya angkutan kota. Hanya ada angkudes,” pungkas Bayu.

Jurnalis: Muchammad Ainul Budi
Editor: Solikhul Huda

- Advertisement -
Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP) yang beroperasi di Terminal Bondowoso dalam Lebaran kali ini sudah bersiap tak melayani naik turunnya penumpang. Larangan mudik jilid dua di masa pandemi Covid-19 ini membuat satu-satunya transportasi umum di Bondowoso itu harus parkir lebih cepat.

Namun, berbeda dengan bus AKAP dan AKDP itu, satu-satunya angkutan umum di Bondowoso, yakni angkutan desa (angkudes) diprediksi masih tetap melayani trayek yang ada. Hal itu dibenarkan oleh Aries Agung Sungkowo, Kepala DLHP, seusai rapat kerja (raker) di kantor pemkab, kemarin. “Kalau untuk angkudes masih tetap jalan nanti (Hari Raya Lebaran, Red),” ujar Agung.

Meski begitu, dirinya tetap mengimbau agar warga Bondowoso tidak mudik Lebaran, tahun ini. Sebagaimana anjuran pemerintah pusat mengenai larangan mudik tahun 2021. Di sisi lain, perjalanan warga Bondowoso yang tetap berada di wilayah aglomerasi, atau kota/kabupaten yang berhubungan dalam satu wilayah, tetap harus memiliki tujuan yang jelas.

Mobile_AP_Half Page

“Untuk warga yang ingin berpergian di wilayah aglomerasi tetap harus memiliki izin surat perjalanan dari instansi terkait. Karena ada beberapa syaratnya. Tidak dibuat untuk mudik,” imbuh Agung.

Sebagai informasi, angkudes yang tersisa di Bondowoso hanya ada tiga rute trayek. Tiga rute trayek itu di antaranya Bondowoso-Tamanan, Bondowoso-Pujer-Tlogosari, dan Bondowoso-Ijen. Lebih jauh, Bayu mengatakan bahwa tiga trayek itu masih diminati penumpang tiap harinya. Meskipun armada yang beroperasi tidak dalam jumlah banyak.

“Seperti trayek menuju Ijen, masih ada angkudes yang jalan. Dengan armada mobilnya elf. Mereka tetap bertahan karena sudah memiliki penumpang tetap dari beberapa desa,” beber Bayu Aji Prabowo, Kepala Seksi (Kasi) Angkutan Orang dan Barang DLHP.

Dalam sehari, sekitar sepuluh armada elf melayani rute Bondowoso kota menuju kawasan Ijen. “Kalau rute lainnya hanya satu atau dua armada saja. Sekarang ini Bondowoso belum punya angkutan kota. Hanya ada angkudes,” pungkas Bayu.

Jurnalis: Muchammad Ainul Budi
Editor: Solikhul Huda

Desktop_AP_Leaderboard 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP) yang beroperasi di Terminal Bondowoso dalam Lebaran kali ini sudah bersiap tak melayani naik turunnya penumpang. Larangan mudik jilid dua di masa pandemi Covid-19 ini membuat satu-satunya transportasi umum di Bondowoso itu harus parkir lebih cepat.

Namun, berbeda dengan bus AKAP dan AKDP itu, satu-satunya angkutan umum di Bondowoso, yakni angkutan desa (angkudes) diprediksi masih tetap melayani trayek yang ada. Hal itu dibenarkan oleh Aries Agung Sungkowo, Kepala DLHP, seusai rapat kerja (raker) di kantor pemkab, kemarin. “Kalau untuk angkudes masih tetap jalan nanti (Hari Raya Lebaran, Red),” ujar Agung.

Meski begitu, dirinya tetap mengimbau agar warga Bondowoso tidak mudik Lebaran, tahun ini. Sebagaimana anjuran pemerintah pusat mengenai larangan mudik tahun 2021. Di sisi lain, perjalanan warga Bondowoso yang tetap berada di wilayah aglomerasi, atau kota/kabupaten yang berhubungan dalam satu wilayah, tetap harus memiliki tujuan yang jelas.

“Untuk warga yang ingin berpergian di wilayah aglomerasi tetap harus memiliki izin surat perjalanan dari instansi terkait. Karena ada beberapa syaratnya. Tidak dibuat untuk mudik,” imbuh Agung.

Sebagai informasi, angkudes yang tersisa di Bondowoso hanya ada tiga rute trayek. Tiga rute trayek itu di antaranya Bondowoso-Tamanan, Bondowoso-Pujer-Tlogosari, dan Bondowoso-Ijen. Lebih jauh, Bayu mengatakan bahwa tiga trayek itu masih diminati penumpang tiap harinya. Meskipun armada yang beroperasi tidak dalam jumlah banyak.

“Seperti trayek menuju Ijen, masih ada angkudes yang jalan. Dengan armada mobilnya elf. Mereka tetap bertahan karena sudah memiliki penumpang tetap dari beberapa desa,” beber Bayu Aji Prabowo, Kepala Seksi (Kasi) Angkutan Orang dan Barang DLHP.

Dalam sehari, sekitar sepuluh armada elf melayani rute Bondowoso kota menuju kawasan Ijen. “Kalau rute lainnya hanya satu atau dua armada saja. Sekarang ini Bondowoso belum punya angkutan kota. Hanya ada angkudes,” pungkas Bayu.

Jurnalis: Muchammad Ainul Budi
Editor: Solikhul Huda

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERKINI

Perketat dengan 5 Pos Penyekatan

Masih Megah Meski Tak Berfungsi

Hanya Dijual Lewat Daring

Kemangi, Kunci Wangi Alami

Desktop_AP_Half Page

Wajib Dibaca

Desktop_AP_Rectangle 2
×

Info!

Mau Langganan Koran, Info Iklan Cetak dan Iklan Online

× Info Langganan Koran