alexametrics
30.3 C
Jember
Sunday, 9 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

Satu Desa Banyak Destinasi

Mengunjungi Desa Wisata Kemiri di Kecamatan Panti Manjakan pengunjung dengan menu perjalanan wisata, inilah yang ditawarkan oleh masyarakat di Desa Kemiri. Mereka menggagas keberadaan desa wisata dengan berbagai destinasi yang prospektif.

Mobile_AP_Top Banner
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Semangat warga Desa Kemiri, Kecamatan Panti, untuk menjadikan kawasan tempat tinggalnya sebagai desa wisata tak bisa dipandang remeh. Desa Kemiri menawarkan banyak spot pariwisata. Di antaranya Jember Central Coffee (JCC), wisata edukasi asap cair, wisata rumah jamur, dan wisata kebun jeruk.

JCC merupakan sebuah pusat studi pengembangan kopi rakyat yang berada di kompleks Pondok Pesantren Al Hasan. Di sana, wisatawan dapat menikmati kopi asli masyarakat desa atau varian lain kopi robusta asli Jember.

Tak hanya bisa menikmati kopi, JCC juga menyediakan edukasi produksi kopi. Mulai dari pembibitan sampai penyajian di meja kafe. “Wisatawan bisa menikmati atau membeli apa pun yang berkaitan dengan kopi,” ungkap Hairus Sholeh, salah satu penggagas Desa Wisata Kemiri.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selanjutnya, wisata edukasi asap cair yang bersifat edukatif memperlihatkan proses pembuatan minyak untuk keperluan medis. Misalnya minyak kayu putih, minyak serai, dan lainnya. Proses pembuatannya menggunakan proses sublimasi. Dari sana, pengunjung dapat mengetahui proses pembuatan beberapa minyak medis.

Destinasi selanjutnya adalah wisata rumah jamur. Tak jauh berbeda dengan JCC, rumah jamur juga menawarkan jujukan wisata edukasi dari proses pembibitan jamur, hingga proses pemanenan. Pengunjung juga dapat merasakan kudapan jamur yang sudah dimasak. Mulai dari sate jamur, bakso jamur, dan lainnya. “Kami memberikan edukasi wisata dari hulu ke hilir. Jadi, tak hanya wisata juga referensi bisnis pengelolaan jamur yang didapat pengunjung,” terang pria yang akrab disapa Sholeh itu.

Terakhir adalah destinasi wisata kebun jeruk yang merupakan lahan perkebunan milik masyarakat. Pengunjung dapat melakukan pemetikan jeruk secara bebas. Selain itu, pengunjung akan dimanjakan dengan kudapan tradisional, misalnya olahan makanan singkong yang bisa dinikmati di lokasi.

Uniknya, cara menikmati dan berkunjung ke masing-masing tempat ini adalah dengan menggunakan angkot alias lin kuning. Titik kumpulnya adalah di resort Desa Wisata Kemiri. Resort ini cukup sederhana, berdiri di atas lahan sawah seluas satu hektare dan diberi hiasan bambu yang menghubungkan sudut jalan-jalan kecil di sawah. Di setiap sudutnya dilengkapi dengan gubuk-gubuk kecil.

Jurnalis: Dian Cahyani
Fotografer: mg2
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Semangat warga Desa Kemiri, Kecamatan Panti, untuk menjadikan kawasan tempat tinggalnya sebagai desa wisata tak bisa dipandang remeh. Desa Kemiri menawarkan banyak spot pariwisata. Di antaranya Jember Central Coffee (JCC), wisata edukasi asap cair, wisata rumah jamur, dan wisata kebun jeruk.

JCC merupakan sebuah pusat studi pengembangan kopi rakyat yang berada di kompleks Pondok Pesantren Al Hasan. Di sana, wisatawan dapat menikmati kopi asli masyarakat desa atau varian lain kopi robusta asli Jember.

Tak hanya bisa menikmati kopi, JCC juga menyediakan edukasi produksi kopi. Mulai dari pembibitan sampai penyajian di meja kafe. “Wisatawan bisa menikmati atau membeli apa pun yang berkaitan dengan kopi,” ungkap Hairus Sholeh, salah satu penggagas Desa Wisata Kemiri.

Mobile_AP_Half Page

Selanjutnya, wisata edukasi asap cair yang bersifat edukatif memperlihatkan proses pembuatan minyak untuk keperluan medis. Misalnya minyak kayu putih, minyak serai, dan lainnya. Proses pembuatannya menggunakan proses sublimasi. Dari sana, pengunjung dapat mengetahui proses pembuatan beberapa minyak medis.

Destinasi selanjutnya adalah wisata rumah jamur. Tak jauh berbeda dengan JCC, rumah jamur juga menawarkan jujukan wisata edukasi dari proses pembibitan jamur, hingga proses pemanenan. Pengunjung juga dapat merasakan kudapan jamur yang sudah dimasak. Mulai dari sate jamur, bakso jamur, dan lainnya. “Kami memberikan edukasi wisata dari hulu ke hilir. Jadi, tak hanya wisata juga referensi bisnis pengelolaan jamur yang didapat pengunjung,” terang pria yang akrab disapa Sholeh itu.

Terakhir adalah destinasi wisata kebun jeruk yang merupakan lahan perkebunan milik masyarakat. Pengunjung dapat melakukan pemetikan jeruk secara bebas. Selain itu, pengunjung akan dimanjakan dengan kudapan tradisional, misalnya olahan makanan singkong yang bisa dinikmati di lokasi.

Uniknya, cara menikmati dan berkunjung ke masing-masing tempat ini adalah dengan menggunakan angkot alias lin kuning. Titik kumpulnya adalah di resort Desa Wisata Kemiri. Resort ini cukup sederhana, berdiri di atas lahan sawah seluas satu hektare dan diberi hiasan bambu yang menghubungkan sudut jalan-jalan kecil di sawah. Di setiap sudutnya dilengkapi dengan gubuk-gubuk kecil.

Jurnalis: Dian Cahyani
Fotografer: mg2
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti

Desktop_AP_Leaderboard 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Semangat warga Desa Kemiri, Kecamatan Panti, untuk menjadikan kawasan tempat tinggalnya sebagai desa wisata tak bisa dipandang remeh. Desa Kemiri menawarkan banyak spot pariwisata. Di antaranya Jember Central Coffee (JCC), wisata edukasi asap cair, wisata rumah jamur, dan wisata kebun jeruk.

JCC merupakan sebuah pusat studi pengembangan kopi rakyat yang berada di kompleks Pondok Pesantren Al Hasan. Di sana, wisatawan dapat menikmati kopi asli masyarakat desa atau varian lain kopi robusta asli Jember.

Tak hanya bisa menikmati kopi, JCC juga menyediakan edukasi produksi kopi. Mulai dari pembibitan sampai penyajian di meja kafe. “Wisatawan bisa menikmati atau membeli apa pun yang berkaitan dengan kopi,” ungkap Hairus Sholeh, salah satu penggagas Desa Wisata Kemiri.

Selanjutnya, wisata edukasi asap cair yang bersifat edukatif memperlihatkan proses pembuatan minyak untuk keperluan medis. Misalnya minyak kayu putih, minyak serai, dan lainnya. Proses pembuatannya menggunakan proses sublimasi. Dari sana, pengunjung dapat mengetahui proses pembuatan beberapa minyak medis.

Destinasi selanjutnya adalah wisata rumah jamur. Tak jauh berbeda dengan JCC, rumah jamur juga menawarkan jujukan wisata edukasi dari proses pembibitan jamur, hingga proses pemanenan. Pengunjung juga dapat merasakan kudapan jamur yang sudah dimasak. Mulai dari sate jamur, bakso jamur, dan lainnya. “Kami memberikan edukasi wisata dari hulu ke hilir. Jadi, tak hanya wisata juga referensi bisnis pengelolaan jamur yang didapat pengunjung,” terang pria yang akrab disapa Sholeh itu.

Terakhir adalah destinasi wisata kebun jeruk yang merupakan lahan perkebunan milik masyarakat. Pengunjung dapat melakukan pemetikan jeruk secara bebas. Selain itu, pengunjung akan dimanjakan dengan kudapan tradisional, misalnya olahan makanan singkong yang bisa dinikmati di lokasi.

Uniknya, cara menikmati dan berkunjung ke masing-masing tempat ini adalah dengan menggunakan angkot alias lin kuning. Titik kumpulnya adalah di resort Desa Wisata Kemiri. Resort ini cukup sederhana, berdiri di atas lahan sawah seluas satu hektare dan diberi hiasan bambu yang menghubungkan sudut jalan-jalan kecil di sawah. Di setiap sudutnya dilengkapi dengan gubuk-gubuk kecil.

Jurnalis: Dian Cahyani
Fotografer: mg2
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERKINI

Perketat dengan 5 Pos Penyekatan

Masih Megah Meski Tak Berfungsi

Hanya Dijual Lewat Daring

Kemangi, Kunci Wangi Alami

Desktop_AP_Half Page

Wajib Dibaca

Desktop_AP_Rectangle 2
×

Info!

Mau Langganan Koran, Info Iklan Cetak dan Iklan Online

× Info Langganan Koran