Ibu Mertua Luluh setelah ’Disogok’ dengan Lukisan Indah

Siang itu, Edy tampak semangat memamerkan karyanya dalam Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI) di Rumah Budaya Pandhalungan, Ajung - Jember. Beberapa lukisan realis sudah dia siapkan, sejak sebulan lalu. Salah satunya adalah lukisan sejumlah perempuan yang sedang jual buah-buahan di pasar.  Ada juga lukisan seorang anak yang sedang menendang bola dengan penuh ekspresi.

Lukisan itu merupakan karya Edy untuk menyemarakkan kegiatan PSLI  selama lima hari ke depan ini. “Saya membuat lukisan ini selama 15 hari, karena ukurannya cukup besar,” katanya pada Jawa Pos Radar Jember.

Pria yang akrab disapa Edot tersebut tak sendiri, tapi bersama Shinta Larasati, istrinya, yang juga seorang tunarungu. Mereka dipertemukan dalam sebuah kegiatan komunitas tunarungu se eks Karesidenan Besuki Raya, lalu saling jatuh cinta. “Mertua sempat tak yakin, karena dulu saya berambut gondrong,” akunya, sambil tertawa.

Namun, bukan seorang pelukis kalau kehabisan ide. Edy lantas melukiskan wajah calon mertuanya. Selain itu dia memotong rambut gondrongnya, agar bisa mendapatkan Shinta, sang buah hati. Akhirnya, pinangan itu diterima dan menikah.

Edy mengisahkan perjalanannya menekuni dunia lukis. Meskipun terlahir sebagai seorang tunarungu, hal itu tak membuatnya putus asa dalam menjalani hidup. ”Kakek saya juga seorang pelukis di Kecamatan Ambulu. Saat itu saya diminta melukis di tanah dan menggambar wajah,” ingatnya.

Ternyata hasil gambar itu menunjukkan Edy memiliki potensi melukis. Sehingga dia dibimbing langsung oleh kakeknya. “Sejak kecil sudah melukis, belajarnya juga secara otodidak,” tutur ayah dari Nada Aita dan Nadya Hanna tersebut.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar