Nanin Lindiyawati: Berbisnis Itu Mudah, Kok!

Sempat mengalami pasang surut dalam bisnis, Nanin belajar bahwa tak ada kata terlambat dalam memulai bisnis apa pun. Dia mengalaminya sendiri, ketika memulai bisnis di usia yang memasuki 30 tahun. Dan di usianya yang menjelang 40 tahun ini, Nanin banyak belajar dan mengasah diri agar bisa menyambut beragam tantangan yang ada di hadapannya.

Selama perjalanan bisnisnya, Nanin banyak menemui berbagai halangan dan hambatan. Mulai dari permasalahan di kantor, karyawan yang mulai susah diatur, hinga kebimbangan dalam pengambilan keputusan. Dari pengalaman-pengalaman ini dirinya banyak mendapat ilmu baru.

Salah satunya adalah pengukuran kinerja. Dulu ketika awal memulai bisnis, manajemen yang Nanin jalankan masih sangat sederhana. “Jangankan untuk menilai karyawan, untuk mencatat keuangan pun masih sangat sederhana,” ujarnya.

Seiring berjalannya waktu, Nanin mulai memahami apa itu key performance indicator yang bertujuan untuk meningkatkan kemajuan kinerja karyawan ke arah yang lebih baik. Begitu pula dengan persaingan antar produk yang ada di berbagai daerah. “Perang antar tim yang saling berkompetisi terus terjadi, karena itu harus berjuang keras,” lanjutnya.

Untuk mencapai kesuksesan tersebut, dirinya juga menyadari tak bisa diraih sendirian. Karena itu Nanin mengutamakan kerja sama dalam tim dan partner yang bisa dipercaya. “Kalau mau besar nggak bisa sendirian,” tegasnya.

Tak hanya itu, menjalankan bisnis berarti harus bisa memprediksikan kondisi yang akan terjadi di masa depan. Seorang pebisnis harus bisa merencanakan apa yang harus dilakukan dan memiliki rencana kerja tiap tahunnya. “Saya mulai merencanakan tahun depan mau ngapain, apa yang akan terjadi, dan apa yang harus direalisasikan. Ibarat kendaraan, harus tahukapan perlu mengerem, kapan isi bensin, dan kapan harus gas pol,” tuturnya.

Belajar dari pengalaman masa lalu, Nanin sudah terbiasa apabila dirinya menemui masalah yang beragam. Baginya, terbiasa menemui permasalahan bisa membuat mental semakin kuat. “Ibarat pisau, semakin diasah semakin tajam, dan semakin banyak belajar memperbaiki kesalahan” pungkasnya. (kl/lin/sh/har/jawapos.com)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar