Mantan Kadispendik pun Ikut Khusyu’ Baca Ayat Suci Alquran
BERITA TERKAIT

          Pagi di lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember itu, terdengar suara orang mengaji. Sangat nyaring, karena yang mengaji ada 120 orang. Mereka berkumpul di aula Lapas. Sambil mengenakan pakaian muslim, para napi begitu khusuk melantunkan ayat-ayat Alquran, Kamis (20/4).

          Para napi dengan berbagai kasus itu berbaur menjadi satu di majelis Khataman Alquran. Kebetulan, kemarin itu Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-53 tahun. Khataman yang digelar para napi itu, rupanya tidak hanya di Jember. Sebab Lapas seluruh Indonesia yang berjumlah sekitar 447, serentak mengaji bareng untuk memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) dengan khatam Alquran 500 kali.

          Lapas Jember, rupanya menargetkan khatam Alquran sampai empat kali. Setiap napi yang terlibat, masing-masing diminta membaca satu juz. Namun khusus untuk juz ke-30, para napi membaca serentak supaya lebih khitmad. “Kegiatan ini terkoneksi ke semua Lapas, karena kami video secara live,” jelas Dadang Firmansyah, Kasi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik Lapas Jember.

          Sebenarnya, kata Dadang, khataman Alquran di Lapas sudah rutin digelar. Namun saat ada instruksi pecah rekor Muri khataman sebanyak 500 kali, pihaknya sudah merasa ringan karena takmir masjid di Lapas Jember sudah lama terkoordinir.

          Apalagi penanggung jawab Lapas memberi reward pada warga binaan yang rajin mengaji di majelis khataman. Wujudnya adalah seperti mempermudah syarat remisi dan memfasilitasi pengurusan bebas bersyarat. ”Mengaji rutin bagian dari penilaian tentang komitmen taubat dan tak akan berbuat kriminal di kemudian hari,” jelasnya.

Yang menarik, di antara ratusan warga binaan Lapas yang khusuk mengaji itu ada seorang mantan pejabat Pemkab Jember. Dia akrab disapa Abah. Namanya sendiri Ahmad Sudiyono, mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Dinas Perdagangan (Disperindag) Pemkab Jember.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar