Alat Jutaan, Pilih Gunakan Busur dari Paralon

Olahraga panahan sejatinya memiliki akar sejarah yang panjang. Berbagai penelitian sejarah menunjukkan, kegiatan memanah sudah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu sebagai cara bela diri sekaligus bertempur di medan perang. Di era modern, panahan kini menjadi jenis olahraga yang dipertandingkan di berbagai kejuaraan olahraga resmi.

Kini olahraga panahan banyak digeluti masyarakat. Sayangnya, dibandingkan jenis olahraga lainnya, panahan masih termasuk jenis cabang olahraga “eksklusif” atau belum terlalu memasyarakat. Hal itu tidak lepas dari mahalnya harga peralatan memanah.

          “Satu set alat panah, yakni 1 busur dengan 6 anak panah, kalau yang standar harganya minimal Rp 3 juta. Sedangkan papan sasarannya paling murah sekitar Rp 500 ribu,” tutur Ketua Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Jember Kusuma Irianto.

          Untuk mensiasati mahalnya harga peralatan, saat ini Perpani mulai mengembangkan busur panah berbahan pipa paralon. Dengan menggunakan busur yang berbahan paralon, biaya yang dibutuhkan bisa ditekan hingga di kisaran puluhan ribu rupiah. “Buatnya mudah kok. Saya saja bisa dan semua orang juga bisa,” tutur pria yang juga masih aktif melatih olahraga panahan di berbagai sekolah ini.

          Inovasi menggunakan paralon sebagai bahan membuat busur panah pertama kali dicetuskan oleh Ketua Perpani Jawa Timur Denny Trisyanto, yang juga pelatih dan mantan atlit panahan nasional. Inovasi Denny itu kemudian disosialisasikan kepada seluruh jajaran Perpani di Jawa Timur. “Beliau mulai mensosialisasikannya pada Desember lalu saat peresmian kepengurusan Perpani di Lumajang. Saat itu dihadiri oleh seluruh pengurus Perpani kabupaten/kota di Jatim, termasuk saya,” tutur Kusuma.

          Berdasarkan standar yang ditetapkan oleh Perpani Jatim, paralon yang digunakan untuk standar busur panah adalah yang memiliki panjang 175 cm dengan ukuran ¾ dim. Masing-masing ujung pipa paralon ditutup dengan shok drat dengan ukuran yang sama. Adapun tali plastik yang digunakan untuk menarik anak panah memiliki diameter 2 mm dengan panjang 200 cm. “Bahkan sekarang Perpani mulai menggulirkan kompetisi panahan dengan bahan dari pipa paralon,” ujar pria yang juga bekerja sebagai PNS di Kelurahan Karangrejo, Sumbersari ini.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar