Supeltas, Kelompok Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas di Gumitir

            Sekelompok orang tampak membawa timba plastik bekas bangunan. Mereka berbaris di pinggir jalan Gunung Gumitir. Sambil berharap diberi receh oleh pengguna jalan. Bukan polisi awe-awe yang sudah melegenda di jalan itu. Karena mereka selalu ada ketika jalan mulai macet.

            Mereka menamakan kelompoknya Supeltas. Bukan sekadar akronim Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas. Namun, namanya juga mengadopsi kata Supel yang berarti pandai bergaul atau lebih tepatnya, mereka mengartikan ramah.

Benar saja, meski selalu berharap diberi uang pengguna jalan, namun mereka tetap ramah semisal tak ada yang memberinya.

            Seperti namanya, Supeltas tidak sekadar meminta-minta di jalan. Mereka lebih fokus membantu arus lalu lintas di Gunung Gumitir, yang selalu rawan kemacetan. Terlebih, ketika ada kecelakaan di jalanan. Belum lagi, ancaman tanah longsor dan proses pembangunan plengsengan.

            Saat tanda-tanda kemacetan mulai dirasa, para anggota Supeltas datang ikut mengatur lalu lintas. Meski mayoritas tidak berpendidikan formil, namun soal mengatur dengan sistem buka tutup jalan mereka jagonya. Maklum saja, meski tanpa memiliki seragam dan legalitas lainnya, rupanya mereka binaan Polsek Silo.

            Soal tata krama di jalanan, Supeltas, sudah tuntas menjaga komitmennya tersebut. Bahkan sekali mereka berkolaborasi dengan petugas kepolisian. Berbagai peran untuk menjaga jalan. Tujuannya, supaya di arus keluar masuk Jember - Banyuwangi tetap terjaga dan terhindar dari kemacetan.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar