Tanggul Jebol, Dua Desa Terendam

ROWOKANGKUNG – Hujan deras di kawasan utara Lumajang membuat debit air sungai Bondoyudo meningkat. Akibatnya, sungai terusan yang bermuara ke Laut Selatan ini tak mampu menampung. Tanggul di kawasan Rowokangkung jebol, arus sungai berpindah haluan dan merambah ke perkampungan.

Daerah di perbatasan Lumajang – Jember pun terendam. Desa Sumberagung yang menjadi perbatasan  dengan Jember lebih dulu terkena luapan.

Jebolnya tanggul kawasan Lumajang terjadi tepat di lokasi perkebunan PG Djatirooto tepatnya vak 12. Masuk kawasan Dusun Genitri Kidul Desa/Kecamatan Rowokangkung. Sejak hujan deras mengguyur sekitar pukul 15.00, debit air di sungai terus meninggi.

Kepala Dusun setempat, M Halik mengakui jika air sudah melebihi batas kewajaran sekitar pukul 18.00. “Melihat air naik, saya langsung ke lokasi tanggul yang rawan,” katanya Minggu (2/4) petang. Awalnya dia melihat air tidak begitu tinggi. Ketinggian air sungai di lokasi tanggul di vak 12 juga masih di level aman.

Tetapi, sekitar pukul 20.00 ketika dia datang lagi ke lokasi dengan seorang warga untuk mengecek, kondisinya berubah. “Air sudah melewati tanggul dan ada yang jebol. Jam sembilan malam air sudah keluar lewat jebolan itu,” katanya.

Melihat kondisi tersebut, dia segera menyampaikan pada warganya agar melakukan evakuasi. Dia meminta warga mengungsikan hewan ternak. “Dibawa ke lapangan. Karena lebih tinggi. Warga juga dibawa ke masjid biar tidak kena banjir,” ungkapnya. Sebab, seperti biasa, jika tanggul jebol dalam hitungan sekitar 3 sampai 4 jam air sudah masuk dan menggenang ke perkampungan.

1
2
3
4
5

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar