Umat Hindu Gelar Melasti di Pesisir Paseban

JEMBER - Ribuan umat Hindu di Jember dan sekitarnya, melaksanakan upacara Melasti di pesisir Pantai Paseban Kecamatan Kencong Minggu (19/3). Upacara penyucian itu menandai dimulainya rangkaian Nyepi yang puncaknya jatuh pada 28 Maret 2019 nanti. Bertepatan dengan Tahun Baru Saka 1939.

Sejak pagi (19/3) umat Hindu dari Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang berduyun-duyun menuju Pesisir Paseban. Mereka mengenakan pakaian peribadatan agama Hindu yang didominasi warna putih. Lengkap dengan bebanten atau sesajen ritual.

Sekretaris Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jember Wahyu Widodo menuturkan, kegiatan Melasti yang menandai awal rangkaian Nyepi itu sengaja dilaksanakan pada Hari Minggu. Lantaran bertepatan dengan hari libur. Sehingga, ritual Melasti bisa berlangsung tanpa berbenturan dengan rutinitas warga Hindu kebanyakan. “Kalau di Bali pelaksanaan Melasti biasanya H minus tiga sebelum Catur Brata, karena di sana Peringatan Melasti menjadi hari libur bersama,” ujarnya. Peringatan Melasti pagi itu  mengambil tema "Jadikan Catur Brata Penyepian, Pemperkuat Toleransi Kebinekaan, Berbangsa dan Bernegara Demi Keutuhan NKRI”.

Ramikan, pengurus PHDI lainnya mengatakan, tema itu menyimpan harapan agar keberagaman di tengah masyarakat Indonesia yang selama ini sudah cukup baik bisa tetap dipelihara kualitasnya. Bahkan menjadi semakin baik.

Rangkaian awal Nyepi itu akan dilanjutkan dengan upacara Tawur Agung dengan Parade Ogoh-Pgoh pada malam sebelum Catur Brata. Catur Brata sendiri menjadi puncak perayaan Nyepi di mana seluruh umat Hindu akan bermeditasi. Tanpa aktifitas selama 24 jam penuh.

Di Kecamatan Umbulsari, tepatnya di Desa Sukoreno, tiap tahun jelang Nyepi perayaan Ogoh-Ogoh rutin digelar. Pasalnya, sejumlah warga yang mendiami wilayah itu terdata sebagai pemeluk ajaran Hindu.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar