Slulup di Bawah Bongkahan Batu

JEMBER – Pancarian Eggar Gentha Inthisar, siswa SMPN 1 Jember, yang terseret arus selokan di Jl Letjen Suprapto pada hari kedua kemarin (19/3) masih belum membuahkan hasil. Tim SAR gabungan sendiri sudah mulai melakukan pencarian sejak pukul 06.00.

Sungai di bawah Gladak Tjakol masih menjadi salah satu fokus lokasi pencarian tim SAR. Bahkan, Kopral Dua M. Safik, anggota Yon Armed 8 yang ikut melakukan pencarian korban, harus slulup di bawah sebuah bongkahan batu besar di bawah jembatan Gladak Tjakol.

Sebab, di bawah batu besar tersebut ternyata ada sebuah lubang mirip gua kecil dengan kedalaman sekitar empat meter. Khawatir korban ada di bawah lubang tersebut, Safik memutuskan untuk slulup ke dalam lubang tersebut.

Hebatnya, Safik slulup ke dalam lubang itu dengan sarana keselamatan yang sangat terbatas. Tidak ada kacamata air, apalagi tabung oksigen yang biasa dipakai dalam penyelaman.

Dengan berbekal tali panjang yang dipegang oleh relawan lainnya, tanpa alat bantu apa pun Safik slulup ke dalam air yang kotor dan bau tersebut. Ambil napas di permukaan air, beberapa detik lamanya Safik masuk ke dalam air. Ketika napas habis, dia naik ke permukaan. Lalu, slulup lagi, begitu seterusnya, demi bisa menemukan korban.

Apa daya, setelah beberapa kali slulup mengobok-obok lubang kecil di bongkahan batu di bawah jembatan itu, Safik tetap tidak menemukan keberadaan korban. Bongkahan batu yang di bawahnya ada lubang itu berada tepat di bawah pertemuan selokan tempat korban kali pertama kecebur dengan sungai. Safik mengatakan, dirinya sudah ikut mencari korban sejak hari pertama kejadian.

1
2
3
4

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar