Guru Sulit Ajukan Kredit Bank

MAYANG – Kalangan guru sekolah dasar (SD) yang berada di bawah  Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan Kecamatan Mayang belakangan resah. Pasalnya, selama beberapa bulan terakhir, posisi kepala UPT pendidikan Mayang kosong. Imbasnya, para guru bisa mengajukan kredit ke bank.

 “Kondisi ini terjadi sejak September 2016. Memang tugas-tugas masih bisa berjalan, hanya tidak sempurna saja sih,” ujar Sardjono, salah satu pengawas pendidikan SD saat ditemui Jawa Pos Radar Jember di kantor UPT Pendidikan Mayang. Sejak September lalu, kepala UPTD Mayang, Dogol Mulyono dimutasi ke kantor Kecamatan Gumukmas.

Pada saat yang hampir bersamaan, Kasubbag TU UPT Pendidikan Mayang, Endang Sunarwati,  memasuki masa pensiun. Tidak adanya kepala maupun kasubbag TU di UPT Pendidikan Mayang, menurut Sardjono dikhawatirkan akan mengganggu persiapan ujian sekolah tingkat SD yang akan berlangsung beberapa minggu lagi.

“Yang juga dikeluhkan adalah para guru maupun staf tidak bisa mengajukan pinjaman kepada bank. Karena permohonan harus lewat tanda tangan dari kepala UPT Pendidikan,” ujar Eko Budi Harsono, pengawas tingkat PAUD di UPTD Mayang. Pengajuan pinjaman ke bank harus lewat UPT pendidikan karena angsuran dilakukan melalui potong gaji bulanan. Saat ini, menurut Eko, terdapat 144 tenaga pendidik dan staf yang ada di bawah UPTD Pendidikan Mayang.

Untuk sementara, para pengawas pendidikan yang ada di UPTD Mayang sepakat menunjuk Muhammad Luthfi, salah satu staf bidang kepegawaian, sebagai “plt” Kepala UPTD. Penunjukan itu, semata didasari karena alasan senioritas. “Tapi itu hanya kesepakatan kita saja, untuk mewakili jika ada undangan rapat. Jadi dia tidak punya legalitas formal,” tutur Eko.

Menurut Luthfi, pihaknya sudah beberapa kali mengajukan masalah ini kepada Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Jember. Namun belum ada respon. Saat ini, lanjut Luthfi, ada empat UPT Pendidikan di Jember yang tidak memiliki kepala. Keempatnya yakni Patrang, Kalisat dan Kaliwates. “Tapi kalau yang tiga lain itu masih Kasubbag TU nya. Nah kalau di sini tidak ada sama sekali. Karena itu, saya harap agar segera ada keputusan dari Dinas Pendidikan,” pungkas Luthfi. (ad/aro/jawapos.com)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar